Dr.Aswandi : Buka Ruang Diskusi Untuk Sikapi LGBT

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Menyikapi Polemik gelombang penolakan terhadap Komunitas Lesbian, Bisek, Gay dan Transgender (LGBT) yang ingin memasuki lingkungan kampus.

Wakil Rektor 1 Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr.Aswandi mengatakan ada beberapa sudut pandang dalam menyikapi komunitas LGBT tersebut. Sudut pandang yang pertama adalah bahwa komunitas LGBT sudah menyimpang dari norma-norma pancasila dan budaya ketimuran yang selama ini dianut oleh masyarakat indonesia. Sementara dari sudut pandang hak asasi manusia, para anggota komunitas tersebut seharusnya dibina dan diberikan pemahaman jika yang dilakukannya adalah perbuatan yang salah.

“Kalo dianggap bertentangan dengan pancasila saya kira tidak boleh, mereka inikan sebenarnya tidak ingin menjadi seperti itu, mungkin karna faktor genetik yang sebabkan mereka begitu atau bahkan faktor rekonstruksi sosial yang dialami mereka,” jelasnya.

Aswandi menilai seharusnya ada ruang diskusi yang membahas polemik komunitas LGBT ini, dimana ruang diskusi itu nantinya membedah sampai habis terkait gerakan komunitas tersebut, mencari akar permasalahan yang sebenarnya.

“Harus ada ruang diskusi, biar orang banyak-banyak ngomong, apa jahatnya jika mereka berhimpun, kenapa mereka sampai terdorong untuk berhimpun, barangkali selama ini mereka termarjinalisasi, semua harus diungkapkan baru kita bisa ambil tindakan,” ungkapnya.

Aswandi menambahkan untuk Untan sendiri belum menyatakan sikap terkait komunitas LGBT tersebut dikarenakan hingga saat ini belum ada gerakan komunitas LGBT yang mencoba masuk ke areal kampus Untan.

Sudah seharusnya menurut Aswandi komunitas seperti LGBT tersebut tidak masuk ke lingkungan perguruan tinggi yang notabene merupakan lembaga pendidikan, sebab paham tersebut tidak sesuai dengan tujuan atau marwah sebuah lembaga pendidikan tinggi.

(Dede)

 

Related Posts