Musim Hujan, Pasien DBD Ketapang Meningkat

Ketapang thetanjungpuratimes.com- Jumlah pasien demam berdarah dengue di rumah sakit Agus Djam Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mulai menngkat.

Terhitung sejak Januari 2016 hingga kini, sudah ada 10 orang pasien demam berdarah yang dirawat di Rumah Sakit Agus Djam.

Salah satu pasien orang tua pasien menceritakan jika sudah lima hari anaknya dirawat di Rumah sakit Agus Djam karena terkena demam berdarah.

“Anak saya bernama Firdaus dirujuk ke sini karena trombositnya rendah. Dengan hari ini sudah lima hari. Kondisinya pun jauh lebih baik,” ujar Idrus, ayah Firdaus, Kamis (11/2).

Idris menjelaskan bahwa Firdaus langsung dibawa ke puskesmas terdekat saat terserang demam, padahal sebelumnya menurut Idris, kakak firdaus juga terkena demam berdarah.

Sementara itu, Herman Basuki, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Agus Djam Ketapang mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah kasus demam berdarah terus bertambah.

“Belum ada lonjakan kasus DBD, seperti KLB tahun 2014 lalu, kita juga sudah kerjasama dengan kepolisian dan kodim apabila terjadi lonjakan kasus,” ujarnya

Kerjasama tersebut termasuk menyiapkan tempat untuk rawat inap pasien. Tidak hanya dengan kepolisian dan kodim, kerja sama juga dijalin dengan pemerintah melalui Dinas Kesehatan Ketapang.

“Dinas Kesehatan juga butuh data kasus untuk penanganan dan pencegahan,” paparnya .

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, sejak awal tahun 2016, sudah ada 20 kasus demam berdarah yang terjadi.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Ketapang, Basariah menyebutkan, pihaknya sudah melakukan fogging di beberapa lokasi di kelurahan  sampit kecamatan Delta Pawan kabupaten Ketapang yang angka kasus demam berdarahnya tinggi.

“Misalnya saja di kelurahan sukaharja , Delta Pawan, juga sudah kita lakukan pemeriksaan jentik. Dan hampir semua rumah ada jentiknya,” paparnya .

Membersihkan lingkungan jadi cara ampuh untuk memutus mata rantai jentik nyamuk. Sementara fogging, hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, namun jentik tetap saja hidup.

“Perlu digencarkan 3M, plus memakai lotion anti nyamuk, menanam serai atau lavender di rumah, memakai kelambu, memberi ikan pemakan jentik di penampungan, baru terakhir abate,” pungkasnya.

(Raden Asmun/Dede)

 

Related Posts