AST Akui Tusuk Diri Sendiri Buat Kelabui Polisi

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – AST yang merupakan putra dari Kepala Cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) Putussibau mengakui bahwa ia telah menusuk diri dengan menggunakan pisau untuk merekayasa kejadian perampokan terhadap dirinya.

Rekayasa perampokan itu untuk menutup penggelapan uang organisasi Orang Muda Katolik (OMK) sebanyak Rp 30 Juta, yang sudah digunakan untuk judi Online. AST pun telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Kapuas Hulu.

AST mengatakan, tindakan rekayasa kasus yang dilakukannya sudah direncanakan. Pasalnya uang OMK sudah dipakai untuk judi online dan kalah.

“Saya sudah pusing karena uang itu saya pakai untuk judi online, sementara saya tidak ada uang lagi untuk menggantinya,” akunya Jumat (12/02) pagi.

Oleh karena itu AST pun berisiatif membuat laporan palsu dengan dalih pencurian dengan kekerasan. Bahkan ia menyayat bagian punggungnya untuk lebih meyakinkan kepolisian.

“Saya bawa sendiri pisau dapur dari rumah, kemudian saya lakukan penusukkan terhadap diri saya sendiri dengan posisi memanjang pada belakang punggung sebelah kiri,”jelasnya

Setelah melakukan penusukan terhadap diri sendiri pada Selasa (09/02) malam di Jalan Ahmad Dogom, AST membuang alat bukti pisau tersebut disekitar tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian ia pulang kerumah sambil menahan perih akibat terluka karena tusukan tersebut.

“Saya melakukan penusukan itu didekat cafe Doi, Luka tusukan itu saya lakukan sebanyak tiga kali. Luka itu dalamannya 2 sampai 3 mili, ada 25 jahitan menutupnya,”terang AST.

Diceritakannya, setelah sampai dirumah ia langsung masuk kekamar dan tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tuanya, mengingat saat itu kedua orang tuannya sedang tertidur pulas.

“Keesokan harinya orang tua baru nanya kenapa terluka saya ceritalah kalau saya dirampok. Kemudian orang tuanya pun menyuruhnya untuk membuat laporan ke polisi,”katanya.

Dikatakannya, jabatannya di OMK sebagai Ketua, berhubung karena bendaharanya sedang tidak berada ditempat karena sedang bekerja sebagai bidan di Danau Sentarum, sehingga uang tersebut dipeganglah olehnya. Uang tersebut merupakan sisa uang hasil natal, rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membayar kursi yang telah dipesan.

“Saya pada saat natal dipercayakan sebagai wakil ketua panitia natal. Saya menusuk diri saya sendiri itu berharap orang akan percaya jika saya benar-benar dirampok,”katanya.

Ia mengakui sudah mulai bermain judi online semenjak 2012 lalu pada saat ia menempuh pendidikan perguruan tinggi di Solo. Dulunya ia main judi online dengan modal Rp.200 ribu. Sebelumnya ia pernah diketahui orang tuanya bermain judi online  bahkan sampai ditegur dan diberi sanksi tidak diberikan uang jajan selama dua bulan.

“Saya kuliah di Universitas Atmajaya mengambil jurusan teknik mesin industri, IPK saya 3,”katanya.

Ia mengakui jika dirinya memang benar anak kepala cabang Bank Kalbar Putussibau. Ia merupakan anak ke tiga dari empat orang bersaudara.

“Saya menyesal melakukan ini, saya takut untuk berkata jujur dengan orang tua, apalagi bapak saya itu pemarah orangnya,”katanya.

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin mengatakan jika yang bersangkutan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal tentang Penggelapan, pelaporan palsu dan perjudian.

“Tersangka melakukan pembacokan terhadap dirinya sendiri, tersangka juga dalam melakukan aksinya sendiri,”katanya Jumat (12/02)

Terkait dengan status AST sebagai putra dari Kepala Cabang Bank Pemerintah Daerah, Kapolres mengatakan belum mendapatkan informasi terkait profesi orang tuannya.

“Kami belum tau pasti profesi orang tuannya itu apa,” tutup Kapolres.

(Yohanes/Dede)

Related Posts