PDAM Melawi Catat Tunggakan Pelanggan Masih Tinggi

Nanga Pinoh, thetanjungpuratimes.com —Untuk meningkatkan pendapatan PDAM Tirta Melawi, Penjabat Bupati Melawi, Hatta, telah meminta PDAM Melawi supaya tegas terhadap pelanggan atau konsumen yang nunggak pembayaran pemakaian air.
 
Jumat (12/2) kemarin, Pj Bupati datang langsung dan ngantre untuk membayar tagihan rekening pemakaian air di rumahnya.
“Sebagai pemimpin memang harus memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Kalau bupatinya tidak bayar, bagaimana mau suruh masyarakat bayar,” ungkap Hatta saat ditemui di PDAM Melawi.
 
Menurut Hatta, walaupun PDAM Melawi ini merupakan perusahaan daerah, bukan berarti bupati dan para pejabat dilingkungan pemerintah tidak bayar apabila dirumah pribadi maupun dirumah dinas menggunakan air dari PDAM Melawi.
“Kalau banyak yang tidak bayar, bagaimana PDAM mau berkembang dengan baik, bisa-bisa PDAM Melawi bangkrut,” ujarnya.
 
Dikatakan dia, dalam upaya untuk menyehatkan PDAM Melawi, dirinya memang telah meminta kepada PDAM melawi supaya tegas kepada pelanggan yang nunggak pembayarannya, biar seorang pejabat kalau pemakaian air dirumahnya tidak bayar, putuskan saja sambungan dirumah pribadi atau dirumah dinasnya. Karena itu dia mengajak kepada seluruh pelanggan atau konsumen PDAM Melawi supaya membayar tagihan pemakaian airnya, bagi yang masih nunggak supaya segera dilunasi.
 
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Melawi, Agus Darius,  mengatakan tagihan piutang atau tunggakan konsumen PDAM Melawi memang cukup besar. Bahkan saat dirinya pertama kali menjadi Direktur PDAM Melawi jumlah tunggakan mencapai kurang lebih Rp 800 juta.
“Setelah tiga bulan terakhir, sudah terjadi pengurangan tunggakan mencapai 50 persen lebih dari total tunggakan pembayaran pelanggan PDAM Melawi,” ungkapnya.
 
Menurut Agus, tunggakan pelanggan PDAM Melawi yang mencapai Rp 800 juta tersebut rata-rata lima bulan, bahkan ada beberapa pelanggan yang tunggakan pembayaran tagihan pemakaian airnya  hingga dua tahun.
“Kami akan terus berupaya untuk melakukan penertiban tunggakan, supaya hutang piutang PDAM Melawi semakin berkurang kedepannya,” ujarnya.
 
Tidak hanya itu, kata Agus, saat ini pihaknya juga melakukan penertiban kebocoran-kebocoran air dan sambungan-sambungan liar yang tidak bayar penggunaan airnya. Selain itu, PDAM Melawi juga sudah memberikan ketegasan kepada setiap pelanggan, toleransi tunggakan maksimal tiga bulan.
“Kalau sudah nunggak tiga bulan diberikan peringatan. Apabila tunggakannya lebih dari tiga bulan langsung dilakukan pemutusan sambungan sementara,” ucapnya.
 
Dikatakan Agus tidak hanya itu, sejak dirinya memimpin di PDAM Melawi, dirinya terus meningkatkan kualitas pelayanan PDAM Melawi, bahkan penyuplaian air sudah mampu mengalir 16 jam perhari. Sumber airnya dari Bendungan Panjur Aji desa Poring, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Serundung dan IPA Tanjung Lay.
 
Dengan peningkatan pelayanan tersebut sehingga pendapatan PDAM Melawi pada tiga bulan terahir, yakni dari November, Desember 2015 dan Januari 2016 sudah mulai melakukan peningkatan. Pendapatan di bulan November kurang lebih sebesar Rp 400 juta, Desember kurang lebih Rp 460 juta dan dibulan Januari sudah mampu mencapai Rp 560 juta.
“Jumlah pelanggan sekarang 5.247. Target kedepan jumlah pelanggan harus mampu mencapai 6500 atau 7000 pelanggan,” ujarnya.
 
Menurut Agus dengan pendapatan sekarang, sudah mencukupi untuk membayar gaji karyawan dan untuk biaya operasional di PDAM Melawi. Kalaupun ada penyertaan modal dari Pemda, dana tersebut akan digunakan untuk investasi jaringan distribusi yang tersebar di Nanga Pinoh dan unit-unit yang berada di kecamatan, serta untuk pembenahan sumber air Poring.
“Kalau jumlah pelanggan sudah mencapai 7000, kedepannya PDAM Melawi akan mandiri, dan tak perlu penyertaan modal,” katanya.
(Afif/Dede)

Related Posts