Penderita Hipertensi Berisiko Alami Kepikunan

thetanjungpuratimes.com – Selama ini tekanan darah tinggi atau dikenal dengan sebutan hipertensi sering dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke, dan penyakit jantung. Tapi tahukah Anda bahwa tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko kepikunan?

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Harapan Kita, Yuda Turana mengatakan bahwa pada penderita hipertensi, volume otak menjadi mudah mengkerut yang menjadi salah satu pemicu kepikunan atau demensia.

“Hipertensi untuk menjadi pikun tak selalu lewat stroke. Kepikunan karena hipertensi lebih disebabkan oleh penumpukan bercak putih di otak, stroke kecil dan mengecilnya pusat hippocampus,” ujar Yuda pada temu media “10th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension” di Jakarta.

Ia menambahkan, banyak penelitian yang telah membuktikan hubungan antara kondisi hipertensi dengan risiko kepikunan di usia lanjut. Hal ini tentu saja menurunkan kualitas hidup seorang penderita hipertensi saat lanjut usia.

“Seseorang yang hipertensi berisiko lima kali lebih tinggi mengalami pikun di usia lanjut. Akibatnya yang akan menderita tak hanya pengidap hipertensi tetapi juga caregiver-nya,” imbuhnya.

Namun risiko mengalami kepikunan pada penderita hipertensi, bisa dicegah jika dikontrol dengan konsumsi obat-obatan yang teratur. Oleh karena itu dr Yuda mengimbau agar penderita hipertensi mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan secara teratur dan menghindari faktor-faktor yang memicu kekambuhan.

“Hipertensi yang terkontrol dan yang tidak, tentu risiko kepikunan lebih besar pada yang tidak terkontrol. Dalam artian tidak mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Selain itu gaya hidup juga harus dirubah,” pungkasnya. (Suara.com/Yuniar)

Related Posts