Lantamal XII Gelar Upacara Bendera

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) M. Hari diwakili Wadan Lantamal XII Kolonel Marinir Andi Rukman selaku Inspektur Upacara (Irup) dalam rangka upacara bendera setiap tanggal tujuh belas di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Lantamal XII Jalan Kom Yos Sudarso No. 1 Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Rabu (17/02).

Amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., yang dibacakan Wadan Lantamal XII Kolonel Marinir Andi Rukman menyampaikan bahwa upacara bendera yang diselenggarakan setiap tanggal tujuh belas memiliki arti penting bagi kita semua, disamping untuk memantapkan kualitas pengabdian kita kepada Negara dan bangsa, juga sebagai media komunikasi unsur pimpinan kepada satuan-satuan dijajarannya untuk menyampaikan kebijakan dan petunjuk serta informasi aktual Pemimpin TNI Angkatan Laut.

Selanjutnya, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., dalam amanatnya mengatakan beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan agenda rutin tahunan secara berturut-turut, mulai dari Rapim Kementerian Pertahanan (Kemhan), Rapim TNI, Rapim TNI dan Polri, TNI Angkatan Laut serta Apel Komandan Satuan (AKS) dan TNI AL, kegiatan–kegiatan tersebut ini merupakan forum dimana Pimpinan menyampaikan kebijakan sekaligus bertatap muka dengan para staf, Pemimpin Kotama, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan para Komandan Satuan. Dalam forum-forum tersebut telah disampaikan pokok-pokok kebijakan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan pokok-pokok kebijakan Kasal tahun 2016 sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.

Tuntutan tugas TNI Angkatan Laut ke depan akan semakin dinamis, seiring dengan perkembangan lingkungan strategis terutama dengan adanya kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan berlakunya masyarakat ASEAN yang terdiri dari tiga pilar yaitu, keamanan politik, ekonomi dan sosial budaya yang menjadikan Indonesia semakin terbuka dari pengaruh asing sehingga berimplikasi terhadap tugas TNI AL, untuk itu seluruh jajaran TNI AL harus memiliki kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam menghadapi tuntutan tugas tersebut.

Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan tahun 2016 ini sebagai tahun percepatan kerja, dengan harapan agar seluruh Kementerian dan lembaga dapat meningkatkan kinerja menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. TNI Angkatan Laut saat ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kekuatan pokok minimum atau MEF, baik berupa alutsista, sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia yang telah dituangkan dalam dokumen perencanaan startegis periode tahun 2015-2019, selanjutnya sedang disusn revis postur TNI AL tahun 2005-2024 yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis dan arah kebijikan pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Kasal berharap hal-hal yang telah direncanakan tersebut dapat terealisasikan secara maksimal dengan dukungan segenap jajaran TNI AL.

TNI AL akan melaksanakan beberapa kegiatan tahun ini yang patut menjadi perhatian kita bersama, karena merupakan penjabaran salah satu tugas TNI AL yaitu fungsi diplomasi antara lain, Latihan Multilateral Komodo pada bulan april tahun 2016 di Padang, dengan rangkaian latihan bersama, juga diselenggarakan  Western Pacific Naval Symposium dan International Fleet Review yang akan diikuti tidak kurang dari 30 negara, kegiatan lainnya yang berskala internasional pelayaran Kadet ASEAN, Sail Karimata, Latihan Multilateral RIM of The Pacific (Rimpac) di Amerika Serikat dan Kakadau di Australia. TNI AL juga tetap berkomitmen untuk mendukung misi perdamaian dunia dibawah mandat PBB, seperti pengiriman Satgas Maritime Task Force UNIFIL di Lebanon, oleh karena itu kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut agar ikut mendukung suksesnya berbagai kegiatan tersebut, dengan berperan aktif mensosialisasikan di lingkungan masing-masing untuk meningkatkan citra TNI AL

Pada akhir amanatnya, Kasal menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dalam pelaksanaan tugas, sebagai berikut, Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebgai landasan utama dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara yang senatiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, Pelihara dan aktualisasikan etika dan moral prajurit yang menjunjung tinggi nilai-nilai sumpah prajurit, sapta marga, delapan wajib TNI, sebelas azas kepemimpinan TNI dan trisila TNI Angkatan Laut, Tingkatkan profesionalisme dan penguasaan IPTEK khususnya yang berkaitan dengan keangkatan lautan serta kemaritiman guna mendukung pelaksanaan tugas, Senantiasa peka terhadap segala dinamika yang terjadi, jauhi dan bentengi diri dan keluarga dari pengaruh faham radikal kanan dan kiri yang belakangan ini marak terjadi seperti ISIS, Gafatar maupun penyebaran film yang mendukung faham komunisme, Mewaspadai adanya pengaruh kelompok yang berdalih memperjuangkan kesaman hak azasi manusia terhdap kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender yang umum dikenal dengan LGBT melalui berbagai media

Lebih lanjut, HIndari tindakan transaksional baik dalam penempatan jabatan maupun seleksi pendidikan, serta jagna sekali-kali terlibat dengan berbagai tindakan kejahatan seperti narkoba, asusila, tindakan kekerasan, backing tindakan ilegal dan tindakan kriminal lainnya, Tingakatkan kemanunggalan TNI dan rakyat serta jaga soliditas antara TNI dan Polri dengan menghilangkan ego sektoral dan kebanggan satuan yang berlebihan, Tingkatkan kesiagaan menghadapi cuaca yang kurang bersahabat dan gunakan manajemen resiko sebagai pedoman untuk mewujudkan Zero Accident pada setiap kegiatan, serta bantuan penanggulangan bencana banjir didaerah-daerah melalui satgas siaga banjir.

Related Posts