Polisi Tetapkan 7 Orang Tersangka Pengeroyokan di Hotel Kapuas Dharma

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul menceritakan kronologis terjadinya penganiayaan  dan pengeroyokan yang melukai dua orang korban dengan nama Sarjono alias Badong dan Hermanus alias Aso, di Hotel Kapuas Dharma di kamar nomor 339, Selasa (16/2) lalu.

“Setelah menerima laporan, selanjutnya dicek ke lokasi ternyata memang ada kejadian tersebut, selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit. Ada dua korban yang dirawat di RS Antonius Pontianak,” katanya, Kamis (18/2) siang.

Andi Yul menuturkan, saat ini pihaknya telah menahan tujuh orang yang diduga terlibat pengeroyokan tersebut, yang masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk motif sedang didalami namun dugaan sementara adalah balas dendam antara pelaku dengan korban, dan sejauh ini unsur politiknya memang belum ada,” jelasnya.

Memang, katanya sebelum terjadi aksi pengeroyokan antara korban dan  pelaku saling mengirimkan SMS, karena memang antara korban dan salah satu pelaku memang saling mengenal.

Andi Yul mengatakan berdasarkan keterangan pelaku, mereka secara spontan mendatangi pelaku di hotel tersebut, karena sebelumnya korban sudah mengirimkan via sms kepada pelaku yang intinya bahwa korban sudah berada di Pontianak.

Dijelaskan Andi Yul, korban mengalami luka bacok di bagian pantat, dan luka dibagian rusuk, serta pada bagian paha, sedangkan korban yang satunya mengalami luka memar di bagian wajahnya.

Korban merupakan warga dari Melawi, dan kedatangan korban ke Pontianak adalah untuk menghadiri pelantikan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Melawi di kantor Gubernur.

“Barang bukti yang diamankan adalah meja yang dipergunakan pelaku untuk mengeroyok korban, sedangkan untuk senjata tajam yang digunakan oleh pelaku masih dalam tahap pencarian, karena pengakuan dari pelaku setelah kejadian  senjata tajam yang digunakan langsung dibuang,” jelasnya.

Dikatakannya, sampai saat ini tujuh orang tersangka pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan, dan telah dilakukan proses rekonstruksi.

“Para pelaku di kenakan pasal 170 subsider 351 / 556 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara,” pungkasnya.

(Faisal/Dede)

Related Posts