Politikus Golkar Akui Ada Money Politics Jelang Munas

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Isu praktik ‘money politics’ menerpa Partai Golkar jelang Musyawarah Nasional (Munas) pemilihan Ketua Umum baru.  Petinggi Partai Golkar Nurdin Halid menyebut ada kandidat ketua umum yang membagi-bagikan uang ke daerah.

Politikus Partai Golkar Agun Gunandjar mengakui adanya praktek Money politics menjelang pemilihan ketua umum.

“Kami harus jujur mengakui bahwa hal-hal buruk yang merusak tatanan sosial kita, bukan hanya terjadi di tubuh parpol, akan tetapi juga terjadi dalam praktek-praktek penyelenggaraa pemerintahan negara,” ujar Agun Gunandjar, di Jakarta, Jumat (19/02).

Sebab itu, Agun menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu terjun untuk mendukung terciptanya penyelenggaraan Munas yang bersih.

Kata dia, ada dua cara menghentikan praktek seperti ‘Money Politics’ dalam perhelatan Munas Golkar.

Pertama, kata dia, mekanisme pencalonan dan pemilihannya terjamin jujur, transpran, akuntabel dan demokratis tanpa menggunakan surat-surat dukungan pada saat pencalonan bakal calon ketua umum.

“Lalu kepada pemilik suara diwajibkan memilih tiga nama dari bakal calon yang ada secara langsung dan tertutup di bilik suara, kemudian bakal calon yang memenuhi sayarat 30 persen total pemilik suara dinyatakan sebagi calon dan wajib mengikuti debat di forum munas dengan melibatkan pengamat,” katanya.

Selanjutnya, calon ketua umum yang memperoleh suara terbanyak langsung ditetapkan sebagai Ketum terpilih. setelah itu, baru dibentuk kepengurusan DPP untuk lima tahun oleh Ketum terpilih bersama sama Formatur dan atau Mide formatur.

Kedua, kata dia, pilihlah caketum yang dijamin lebih bersih, lebih baik, dan lebih bisa diterima semua pihak, serta yang mampu mempersatukan, dan dapat lebih menjamin tidak terjadinya praktek-praktek Money politics selanjutnya.

“Kalau slogan suara gokar suara rakyat, atau suara rakyat suara golkar, sudah sepatutnya seluruh pemilik suara dalam hal ini para DPD se-Indonesia bersuara lantang dan jujur untuk memilih pemimpin bersih, guna membangun kepercayaan rakyat kembali,” tandasnya.

(Rimanews.com/Dede)

Related Posts