40 Karyawati Cafe Di Kapuas Hulu Tak Miliki KTP

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Cafe/tempat hiburan, hotel dan penginapan yang terindikasi menjadi tempat mesum, Rabu (24/2) pagi.

Sidak tersebut fokus pada Aparatur Sipil Negera (ASN ) yang membolos pada jam kerja, sekaligus melakukan pendataan administrasi kependudukan para karyawati yang ada di tempat hiburan.

Ada lima titik sidak yang dilakukan Satpol PP Kapuas Hulu. Satu titik di kecamatan Kalis, empat titik di kecamatan Putussibau Selatan.

Tempat hiburan yang didata antara lain Cafe Vista yang memiliki 6 karyawati, Cafe Gogo dengan 15 karyawati,  Cafe Dori dengan 22 karyawatinya. Dari 43 karyawati tersebut, 12 orang terbukti  tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan 8 orang mengantongi surat domisili yang tidak jelas.

“Besok dan seterusnya akan dilakukan sidak sewaktu-waktu,” kata Hadi Pranata STTP, Kasat Pol PP kabupaten Kapuas Hulu.

Hadi menjelaskan, permasalahan yang berhasil ditemukan pihaknya ada pada domisili. Kesadaran dari pengusaha tersebut dinilai masih kurang terkait kepengurusan  izin domisili karyawatinya.

“Termasuk pada izin usaha, ada salah satu cafe yang tidak ada izinnya. Karyawati yang ada di tempat hiburan mayoritas dari Pontianak dan Singkawang, umur rata-rata 19-20 tahunan,” ungkapnya.

Sidak yang dilakukan oleh Satpol PP Kapuas Hulu mendapat respon positif dari para pengelola tempat hiburan. Para pengelola merasa terbantu dengan penjelasan yang diberikan oleh jajaran Pemda Kapuas Hulu itu.

“Kami nilai ini baik, kami terima masukan yang diberikan. Supaya usaha kami selalu aman dan sesuai aturan, tidak ilegal. Jujur saya aturan belum paham, saya baru 3 bulan buka usaha. Izin dari kantor penanaman modal dan perizinan terpadu masih diurus,” kata Rahmatus Suhada alias Agus pemilik salah satu cafe.

Senada pula diungkapkan, Tahui yang cafenya ikut didata oleh petugas. Ia justru mengharapkan ada kegiatan rutin pengecekan dari Pemkab Kapuas Hulu.

“Kami akui banyak dokumen kependudukan karyawati kami yang belum selesai kami urus. Karena pegawai disini ada yang baru datang. Atas kunjungan kami terima kasih,” singkatnya.

(Yohanes/Dede)

Related Posts