Kabareskrim Tolak Rencana Deponering Samad dan BW

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Rencana Jaksa Agung M Prasetyo menghentikan (deponering) kasus dua mantan pimpinan KPK yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto mendapat penolakan dari Kabareskrim Komjen Anang Iskandar.

Kasus pemalsuan dokumen oleh Samad dan kasus memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah oleh BW yang sudah masuk penyidikan bahkan dinyatakan lengkap atau P21, kata Anang, harus dibuktikan di pengadilan.

“Mestinya proses itu kalau sudah penyidikan dibuktikan di pengadilan. Kalau tidak salah ya putusannya bebas. Kalau salah pasti dihukum,” kata Anang di Bareskrim Polri, Rabu (24/2).

Ditegaskannya, hal itu sudah menjadi mekanisme hukum di Indonesia, bila kasus keduanya sudah naik ke penyidikan. Ketika ditanya apakah kecewa jika nanti Prasetyo mendeponering kasus BW dan Samad, menurut Anang mengatakan, hal tersebut sudah menjadi wewenang Kejaksaan.

“Penyidikan sudah dinyatakan lengkap, penyidik sudah lakukan tugasnya dengan baik, selanjutnya terserah ke Jejaksaan,” kata Anang.

Seperti diketahui, Samad menjadi tersangka pemalsuan dokumen yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk membantu pembuatan paspor teman wanitanya Feriyani Lim di Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Bahkan Feriyani juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan, BW ketika itu masih menjabat sebagai Advokat. Dirinya membantu Ujang Iskandar untuk memenangkan gugatan Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dalam sidang di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 lalu. Hasilnya, Sugianto Sabran sebagai tergugat yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai pemenang dalam pesta rakyat tersebut digugurkan di MK.

Dalam kasus ini, selain BW, Ujang Iskandar dan saudaranya Zulfahmi Arsyad ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan Zulfahmi sudah divonis tujuh bulan penjara oleh Pengadilan Jakarta Pusat pada September 2015 kemarin.

(Rimanews.com/Dede)

Related Posts