Kasus Saipul Jamil, Bentuk Promo LGBT

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Pesinetron sekaligus Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Lucky Hakim mengaku prihatin atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pedangdut Saipul Jamil kepada remaja berusia 17 tahun berinisial DS.

Menurutnya, kasus yang menimpa selebriti seperti kasus Saipul Jamil, merupakan bentuk promo dari komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

“Saya turut prihatin dengan peristiwa-peristiwa selama ini. Eksposure tentang LGBT baik dari kasus kalangan artis, sudah terlalu banyak yang terekspos, malahan itu free promo buat LGBT,” ujar Lucky saat berbincang di Gedung Nusantara II, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/2).

Meski demikian, dirinya meminta masyarakat untuk tidak menghakim seseorang, dalam hal ini Saipul Jamil. Kata Lucky, Indonesia menganut sistem asas praduga bersalah, jadi tak bisa menghakimi seseorang.

“Soal artis itu (Saipul Jamil) kan masih diduga tersangka, jadi belum tentu terdakwa dan belum tentu terpidana, jadi kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Kita nggak pernah tahu, karena kita nggak pernah sekamar pada saat kejadian,” kata Lucky.

Tak hanya itu, dirinya berharap Saipul dan remaja berinisial DS menjalani dengan baik proses hukum yang masih berlangsung.

“Saya turut prihatin, berharap baik masing-masing baik tersangka dan korban kuat menjalani ini semua dan biar keputusan pengadilan yang menyatakan salah atau tidak. Anyway, kita masih berpegang pada asas praduga tak besalah, siapa pun artis itu (Saipul Jamil) belum tentu orang yang bersalah,” anggota DPR Komisi X dari Fraksi PAN.

Ketika ditanya mengenal Saipul Jamil, dirinya mengenal sebatas profesi pekerjaan sebagai keartisan. Namun dirinya tak mengenal lebih jauh personal dari Saipul Jamil, apalagi dugaan perilaku orientasi seksual yang menyimpang.

“Saya kenal (Saipul), tapi kan konteksnya pekerjaan, kalau personal saya nggak ke terlalu kenal. Kalau konteks pekerjaan (keartisan), siapa yang nggak tahu Saipul Jamil artinya dia sangat terkenal. Kalau konteksnya orientasi seksual, saya tidak tahu apalagi kasus ini hanya mereka berdua dan Allah yang tahu,” ungkapnya. (Suara.com/Yuniar)

Related Posts