Warga Melawi Keluhkan Ekonomi Yang Sulit

 
Nanga Pinoh, thetanjungpuratimes.com – Warga Melawi dalam beberapa waktu ini mengeluhkan makin sulitnya kondisi ekonomi.
“Ekonomi masyarakat benar-benar terpuruk. Harga karet murah, cuaca hujan, sering banjir dan  harga barang naik. Ditambah lagi padi masyarakat belum panen,”  ungkap Sekoi Kepala Desa Tebing Kerangan Kecamatan Nanga Pinoh Selasa (23/2) di Kantor Camat Nanga Pinoh.
 
Dikatakan Sekoi, saat ini sumber pendapatan warga di desanya hanya bisa bertahan dari karet. Sehingga disaat curah hujan yang tinggi seperti sekarang, kondisi  ekonomi masyarakat semakin bertambah parah.
Sudahlah harga karet murah, warga tidak bisa nyadap karet tiap hari,”tuturnya.
Sementara itu, lanjut dia sumber penghasilan mereka hanya bisa dari karet.
“Bahkan ada pemilik warung yang mengeluhkan kehabisan modal, karena modalnya tidak berputar, lantaran kurangnya daya beli masyarakat,” ujarnya.
 
Selain itu ada juga satu hingga dua kepala keluarga (KK) di Desa Tebing Kerangan yang saat ini sudah mengalami kesulitan pangan, sehingga mereka harus makan nasi dicampur dengan ubi (singkong) lantaran kesulitan ekonomi.
“Mereka makan nasi campur ubi, karena sudah tidak mampu membeli beras, akibat sulitnya ekonomi,” tuturnya.
 
Menurut Sekoi, untuk membantu warganya yang sudah mengalami krisis pangan tersebut, dirinya sebagai Kepala Desa pernah mengajukan bantuan beras pada Pemkab Melawi. Namun  yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Karena yang disalurkan bukannya beras, malah selimut dan sebagainya.
“Sebenarnya ini sudah termasuk bencana, seharusnya sudah ada yang memberikan bantuan beras. Makanya kami mengajukan proposal bantuan beras,” ucapnya.
 
Dikatakan dia, satu-satunya solusi yang bisa dilakukan untuk menanggulangi persoalan ini, hanya bantuan beras miskin. Bahkan, warganya sudah banyak yang datang pada dirinya untuk menanyakan kapan raskin datang ke desanya.
“Karena itu, kami minta pada Pemda supaya bisa secepatnya menyalurkan raskin untuk triwulan pertama pada tahun 2016 ini,” pungkasnya.
(Afif/Dede)
 

Related Posts