‘Stunting’ Masalah Yang Patut Dikhawatirkan

'Stunting' Masalah Yang Patut Dikhawatirkan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com — Direktur Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting dari Millennium Challenger Account Indonesia (PKGBM MCA I), Minarto mengatakan, Stunting adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan.

“Stunting bukan hanya menganggu pertumbuhan otak anak. Lebih banyak anak ber-IQ rendah di kalangan anak Stunting dibandingkan anak yang baik, dan Stunting ini berdampak pada manusia seumur hidupnya,”ungkapnya.

Untuk itu kata Minarto, pihak nya sangat berkomitmen dalam menekan angka Stunting di wilayah Indonesia. PKGBM sendiri katanya lagi, terdiri dari penyalur dana melalui program pemberdayaan masyarakat Generasi Sehat Cerdas (GSC), penguatan kapasitas petugas kesehatan serta kampanye gizi nasional.

Kampanye tersebut kata Minarto, diantaranya untuk mengubah perilaku masyarakat termasuk dalam pembuatan sanitasi, keluarga harus memiliki jamban sehat sendiri umtuk mencegah penyakit seperti diare.

“Menurut, berbagai penelitian, terdapat kaitan yang erat antara kebiasaan Buang Air Besar (BAB) dengan Stunting. Ingat, anak yang keluarganya masih BAB sembarangan cenderung alami Stunting, “ujarnya.

Sementara terkait dengan hal tersebut, Kadis Kesehatan Kalbar, Andi Tjap mengatakan pencegahan Stunting harus dimulai sejak masa ibu hamil.

“Ibu hamil harus cukup gizinya supaya tidak anemia. Selain pada ibu hamil kami juga telah memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Dan anemia adalah kekurangan zat besi dalam darah yang sangat penting dalam pembentukan otak janin, ” ungkapnya.

Lebih jauh Andi Tjap menjelaskan, pada tahun 2020, Indonesia akan menikmati bonus demografi, berkat banyaknya usia produktif. Namun jika Stunting sejak dini tidak cepat diatasi. Maka bonus demografi ini akan menjadi bencana dan justru akan menjadi beban. Oleh karena itu, Pemprov Kalbar berpartisipasi dalam PKGBM sebagai upaya terobosan untuk mencegahnya di Kalbar.

Pentingnya penanganan Stunting secara serius juga tertuang dalam Peraturan Presiden no. 42 tahun 2013 . Dimana pemerintah telah meluncurkan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Disebutkan juga bahwa Indonesia telah menargetkan penurunan angka Stunting sebesar 40 persen pada tahun 2025.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts