Dinkes Pastikan Vaksin Polio Tidak Mengandung Babi

Ilustrasi Vaksin

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Adanya keyakinan sebagian masyarakat Kota Pontianak, tentang bahan vaksin Polio terbuat dari babi, membuat program pemerintah untuk memberantas Polio menjadi tidak optimal. Bahkan keyakinan seperti ini bisa mengagalkan target yang akan dicapai.

“Kota Pontianak masih rendah terhadap pemberian vaksin Polio,” ungkap Kadis Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Hamdanu, Senin (7/3).

Menurut Sidiq, salah satu kendala yang dihadapi adalah, masih percayanya masyarakat Kota Pontianak jika vaksin polio terbuat dari babi. Padahal, selama bergulirnya pemberian vaksin Polio ini, Pemkot Pontianak melalui istansi terkait, sudah melibatkan MUI yang dengan rutin mensosialisasikan vaksin Polio ini tidaklah haram.

Sidiq juga menjelaskan, vaksin Polio bahannya tidak terbuat dari babi. Vaksin itu sendiri dibuat sebagian besar di Indofarma Indonesia. Dan sebagian besar vaksin polion buatan Indofarma ini juga di eksport ke negara-negara Timur Tengah. Bahkan melalaui berbagai penelitian dan fadwa dari MUI yang menyatakan bahwa vaksin polio ini tidak haram.

“Vaksin ini lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya,” paparnya.

Terkait masih adanya masyarakat yang tidak mau anaknya diimunisasi, akan berdampak pada masih adanya virus Polio liar yang dapat menular dan menyebar ke mana-mana.

Apalagi, program eradikasi polio ini bertujuan untuk menghilangkan penyakit polio dari muka bumi, sebagai mana penyakit cacar. Untuk itu perlu dukungan semua masyatakat.

“Saya mengimbau agar semua orang tua mau mendatangi pos PIN Polio ini. Peran serta masyarakat untuk memberitahukan kalau ada orang anak yang belum di imunisasi di daerahnya sangat penting, agar kami bisa mendatangi warga tersebut. Sehingga program pemberantasan virus polio ini dapat tercapai, ” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts