BI Kalbar Giat Bina Pelaku UMKM Agar Siap Hadapi MEA

BI Kalbar Giat Bina Pelaku UMKM Agar Siap Hadapi MEA

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Era Pasar Bebas atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 sudah dimulai. MEA merupakan kesepakatan antar negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, salahsatunya kesepakatan untuk menurunkan tarif masuk arus barang dan jasa antar negara-negara anggota ASEAN.

Mengenai kesiapan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalbar dalam menghadapi era pasar bebas MEA tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto, mengungkapkan, selama ini BI Kalbar melalui Corporate Social Responsibility (CSR) telah membina pelaku UMKM di Kalbar melalui Inkubator Bisnis Bank Indonesia, sehingga dapat memenuhi persyaratan untuk mendapat permodalan dari perbankan.

“Selain melatih mereka di bidang hard skill, pihak Bank Indonesia Perwakilan Kalbar juga melatih soft skill, agar mereka siap bersaing di era pasar bebas MEA 2016,” ujar Dwi kepada thetanjungpuratimes.com.

Soft skill yang dimaksud adalah bagaimana para pelaku UMKM dapat bertahan terhadap tekanan,  serta  bagaimana mereka dapat bangkit kembali setelah mengalami kebangkrutan.

Selain itu, mereka juga dibiasakan bersaing secara positif antar sesama pelaku UMKM. Para pelaku UMKM mitra binaan Inkubator Bisnis Bank Indonesia Perwakilan Kalbar juga sering mengikuti pameran nasional di Jakarta.

Sementara itu, terkait hard skill Bank Indonesia Perwakilan Kalbar melatih keterampilan teknis, seperti pengolahan bahan mentah menjadi barang kerajinan yang punya nilai jual tinggi.

Bahkan, beberapa produk makanan dan kerajinan karya para pelaku UMKM binaan Bank Indonesia  Perwakilan Kalbar telah diekspor ke Serikin, Malaysia. Inkubator Bisnis Bank Indonesia Kalbar juga membantu 28 pelaku UMKM di Kabupaten Sambas, dengan melatih serta membantu mereka mendapatkan permodalan dari pihak di luar Bank Indonesia Kalbar, seperti Telkom. Hasilnya, Telkom memberi pinjaman lunak sebesar Rp20 juta hingga Rp100 juta kepada 28 pelaku UMKM tersebut .

Dengan adanya pelatihan bagi pelaku UMKM binaan BI Perwakilan Kalbar ini, pihak Bank Indonesia menargetkan agar produk yang dihasilkan para pelaku UMKM di Kalbar dapat berorientasi ekspor serta menembus pasar ASEAN.

Inkubator Bisnis BI Kalbar juga mencari tahu produk apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen di luar Kalbar dan di luar negeri, sehingga tersusun dalam sebuah database. Database tersebut berfungsi untuk memetakan dan membantu Inkubator Bisnis memberikan terobosan kepada para pelaku UMKM di Kalbar agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Misalnya, dari sektor produksi UMKM di Kalbar sudah bagus, tetapi masih banyak kekurangan di sektor pemasaran, sehingga tidak siap bersaing dengan UMKM lain. Sehingga, proses yang tidak efisien harus segera diperbaiki. Sebaliknya, jika di sektor produksi yang bermasalah, seperti produk UMKM yang belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikasi halal dari MUI, maka Inkubator Bisnis akan segera mencarikan solusinya.

(Vivi/Mohammad)

Related Posts