Yellow Box Junction Untuk Mengurai Kemacetan

Yellow Box Junction Atasi Kemacetan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membuat Yellow Box Junction (YBJ) di perempatan traffic light atau lampu merah Jalan Ahmad Yani,  Ahmad Dahlan (simpang Kantor KPP Pratama),  Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pahlawan (simpang Hotel Garuda).

“Rencana tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi Forum Lalu lintas yang melibatkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pontianak, Dishub Provinsi Kalbar, Satlantas, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak, Bappeda Kota Pontianak dan akademisi,” ujar Kepala Dishubkominfo Kota Pontianak, Utin Sri Lena, Jumat (11/3)

Utin menjelaskan, YBJ ini merupakan marka berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang berwarna kuning berukuran besar tergambar di aspal.

“Yellow Box ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor 34 Tahun 2014 tentang marka jalan.

“YBJ ini bertujuan agar kendaraan bermotor tidak menerobos lampu merah (traffic light) saat antrian kendaraan di depannya. Artinya, selama kendaraan dari arah berbeda masih ada dalam YBJ, kendaraan lainnya harus berhenti hingga area YBJ itu kosong.  Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar area kotak berwarna kuning itu,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, YBJ akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan. Sebab kesadaran warga juga kunci utama kelancaran lalu lintas.

“Saya mengimbau para pengguna jalan untuk mematuhi area YBJ tersebut.  Jika pengendara melihat jalur di depan tersendat, sebaiknya tidak memaksa masuk ke YBJ walaupun lampu masih hijau. Sehingga ketika jalur lain hijau, tidak akan terjadi tersendatnya arus lalu lintas,” tuturnya.

Utin mengatakan, jika saat ini pihaknya sedang mengkaji timer yang dipasang pada traffic light agar sesuai dengan kondisi lalu lintas di titik tersebut. Pihaknya menerapkan timer sesuai dengan kondisi lalu lintas pada jam-jam tertentu.

“Pada pagi hari durasi lampu lalu lintas hanya 24 detik. Sedangkan siang harinya ditingkatkan menjadi 70 detik dan malam hari 26 detik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta, dalam melakukan kajian rekayasa lalu lintas, harus dilakukan kajian yang matang sehingga bisa memberikan dampak positif terutama dalam hal kelancaran lalu lintas, dan dengan kondisi Kota Pontianak, Ia berharap pihak yang terkait cermat dalam melakukan rekayasa lalu lintas sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pengguna jalan.

“Saya juga berharap penempatan rambu-rambu lalu lintas harus diperhatikan dengan baik. Saya tak ingin keberadaan rambu-rambu lalu lintas yang terlalu banyak justru akan mengurangi estetika keindahan kota dengan ditempatkan rambu-rambu lalu lintas pada tempat yang sesuai dengan peruntukkannya tanpa mengurangi estetika keindahan kota Pontianak,” tandasnya.

(Monika/Dede)

 

Related Posts