MEA Bukan “Monster”

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Bukan "Monster"

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Bidang Ekonomi Kreatif HIPMI Kalbar, Rizal Edwin mengatakan, sebelum MEA, sudah ada era perdagangan bebas AFTA (Asia Free Trade) pada abad ke-20. Sehingga Edwin menegaskan jika jangan khawatir menghadapi MEA, sebab hal ini bukanlah sebuah monster yang harus ditakutkan.

“Namun, pertanyaannya adalah, dari era AFTA ke MEA, apa yang sudah kita siapkan,” ungkap Edwin, Senin (14/3).

Di sisi lain, MEA justru menjadi keuntungan tersendiri bagi para pelaku UMKM, karena adanya aturan tarif murah dan bebas bea masuk bagi produk UMKM. Yang harus dilakukan UMKM kita adalah menyamakan mutu produknya hingga setara dengan produk serupa dari negara ASEAN lain seperti Thailand misalnya.

“Tapi selama ini kita masih menganggap MEA sebagai ancaman yang menakutkan,” kata Edwin.

Edwin juga mengatakan bahwa selain ancaman, ada sisi peluang di dalam MEA. Indonesia, khususnya Kalbar, dapat mendorong pelaku UMKM untuk giat mengekspor produk khas Kalbar ke negara tetangga. Permasalahannya, pemerintah Kalbar belum mengerti dan memahami secara detail bagaimana cara menghadapi MEA. Pemerintah harus menyiapkan para pelaku UMKM untuk mengekspor produk khas Kalbar dengan kualitas mutu produk yang sama dengan kualitas produk dari negara ASEAN lain.

“Akses permodalan kita masih susah dan pelatihan terhadap para pelaku UMKM kita masih minim,” pungkasnya. (Vivi/Yuniar)

Related Posts