Lakukan Pengrusakan, Polisi Tahan Kabid SDA Dinas Bina Marga Kapuas Hulu

Lakukan Pengrusakan, Polisi Tahan Kabid SDA Dinas Bina Marga Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com Polres Kapuas Hulu telah menahan KH alias Bojoi, Kepala Bidang Sumbe Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu.

Bojoi ditahan karena sebelumnya ia dilaporkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu Ana Mariana, ke Polres Kapuas Hulu lantaran diduga melakukan pengrusakan.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin mengatakan, Bojoi dilaporkan kepala dinasnya sendiri pada Selasa (15/03) sore. Dari laporan itu, Polres Kapuas Hulu langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari olah TKP itu ada meja, lemari, dan barang lainnya di ruang Kabid SDA Bina Marga yang rusak akibat tebasan parang .

“Dari pengakuan pelaku, dia melakukan pengrusakan karena masalah internal dinas. Ia melampiaskannya dengan melakukan pengrusakan,” ungkap Sudarmin saat ditemui, Senin (21/03)

Menurut Kapolres, Bojoi diancam dengan pasal undang-undang darurat karena kepemilikan Sajam dengan sanksi sepuluh tahun penjara. Tidak hanya itu tersangka juga dikenakan pasal pengerusakan serta pengancaman.

“Tersangka sudah kita tahan dan amankan,” tuturnya.

Dijelaskan Sudarmin kasus Bojoi akan terus berlanjut, walau pun ada kesepakatan damai antara kedua pihak yang bermasalah. Sebab kasus Bojoi bukan kasus delik aduan.

“Pelapor memang sempat mau mencabut laporan, tapi ini bukan delik aduan. Kalau ada perdamaian, nanti akan dilampirkan saat proses pengadilan,” ujarnya.

Jika hendak mengajukan penangguhan penahanan terhadap tersangka, kata Sudarmin ada penilai khusus dari kepolisian. Kalau tersangka koorporatif, tidak melarikan diri dan tidak merusak barang bukti baru bisa mendapatkan penangguhan tersebut.

“Tapi harus ada juga yang menjaminnya,” timpal Sudarmin.

Sehubungan dengan penahanan Bojoi, Sekda Kapuas Hulu, Muhammad Sukri mengaku sudah mengetahuinya. Untuk sisi pemerintahan, Sekda mengaku akan ada peringatan tertulis terhadap Bojoi.

“Secara kepegawaian kita nanti minta ke Kadis nya agar memberikan teguran tertulis. Saya sangat menyayangkan sikap yang bersangkutan, sebagai pejabat sebenarnya tidak boleh seperti itu,” katanya Senin (21/03)

Dikatakannya, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat seharusnya yang bersangkutan harus memberi contoh yang baik terhadap masyarakat bukan melakukan tindakan seperti itu.

“Saya tidak tahu pasti apa penyebab yang melatarbelakangi sampai terjadi hal seperti itu,” katanya.

Senada dengan Sekda, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L.Ain Pamero mengatakan, Bojoi akan ditindak sesuai aturan kepegawaian yang berlaku, namun sebelum melakukan penindakan harus dilihat yang melatarbelakangi munculnya permasalahan tersebut.

“Sebagai PNS harus loyal terhadap pimpinan, semua sudah jelas kode etik dalam Sapta Prasetya Kopri,” ungkapnya.

Dikatakannya, sepenuhnya permasalahan tersebut dipercayakan kepada pihak kepolisian untuk menanganinya, sementara untuk sanksi kepegawaian permasalahan tersebut harus dilaporkan ke bagian kepegawaian dan bila nantinya terbukti bersalah maka akan ada bentuk teguran lisan dan tertulis.

“Ini permasalahannya per individu, terkait apakah nanti ada bentuk pengrusakan fasilitas negara itu kewenangan penyidik yang mengembangkannya,” ujarnya.

Untuk itu Wabup mengibau, kepada para PNS yang ada harus mengikuti mekanisme dan aturan serta kedisiplinan pegawai sebagaimana yang telah diatur.

“Harus ditaati aturan yang ada, kalau tidak ditaati maka akan ada sanksi yang akan dijatuhkan mulai dari ringan, berat dan sangat berat,” tutupnya.

(Yohanes/Dede)

Related Posts