Warga Sejumlah Desa di Melawi Mulai Rasakan Kesulitan Ekonomi

Warga Sejumlah Desa di Melawi Mulai Rasakan Kesulitan Ekonomi

Nanga Pinoh, thetanjungtimes.comKrisis ekonomi yang terjadi Melawi saat ini mulai dirasakan masyarakat.Khususnya masyarakat desa yang sawah serta ladangnya terserang hama, hingga gagal panen serta ladang karet mereka yang terendam banjir.

Yakop, seorang warga Desa Batu Ampar. Sawahnya kini tak bisa panen karena terserang hama. Hal tersebut membuat kondisi ekonominya semakin terpuruk.

“Yang saya kerjakan hanya bersawah, membudidayakan ikan. Jika sawah gagal panen, jelas membuat ekonomi merosot,” ungkapnya, Senin (21/3).

Terpisah, keluhan tentang keterpurukan ekonomi keluarga juga disampaikan Sion, selaku petani karet yang berada di Dusun Sebaju, Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh. Daerahnya beberapa pekan lalu terkena banjir, sehingga membuat lokasi perkebunan karetnya terendam banjir.

“Beberapa minggu lalu kami tidak bisa menoreh karet, karena kondisi banjir yang merendam perkebunan karet kami. Kini, dampaknya sudah sangat kami rasakan, hasil produksi karet menurun, tidak bisa lagi diandalkan sebagai penopang ekonomi. Terlebih harga karet di kampung kami saat ini hanya Rp 3000 per kilogramnya,” ucapnya.

Sementara menanggapi hal ini, Kepala Dinas Social Tenaga Kerja  Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Melawi, Imansyah, ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Melawi, mengatakan pihaknya baru menerima laporan korban banjir yang terjadi di Nanga Pinoh. sementara terkait laporan gagal panen serta yang lainnya belum ada.

“Untuk bantuan sebetulnya itu ada, dan masih di Bulog. Untuk ongkos transportasinya ke Melawi yang belum ada, karena APBD belum cair. Nah, jika sudah cair nanti akan kita salurkan bantuan beras ini kepada yang sudah menyampaikan laporan ke kami,” pungkasnya.

(Edi/Dede)

 

 

Related Posts