Sambas Belum Miliki Jembatan Timbang

Sambas Belum Miliki Jembatan Timbang

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kabupaten Sambas hingga saat ini belum memiliki jembatan timbang. Padahal, jika dilihat dari fungsinya, peran jembatan timbang selain menjadi pengawas kendaraan dengan beban berat, juga bisa menjadi pemasukan bagi suatu daerah.

“Pemasukan yang dapat menjadi PAD bersumber dari tilang yang dikeluarkan, terhadap kendaraan yang membawa beban diluar batas yang ditentukan,” kata Juliansah, Kepala seksi lalu lintas dan angkutan jalan raya Dishubkominfo kabupaten Sambas, Rabu (23/03).

Ia mengatakan akibat tidak memiliki jembatan timbang, sulit untuk mengetahui berapa muatan yang dibawa oleh kendaraan yang melintasi jalan di wilayah kabupaten Sambas.

“Beban yang diperbolehkan sesuai ketentuan maksimal membawa 8 ton setiap kendaraan, sedangkan tinggi muatan tidak boleh lebih dari 4,20 meter, jika lebih dari itu harus memiliki izin sesuai dengan undang-undang 22 tahun 2009 tentang LLAJ,” ungkapnya.

Mengenai jembatan timbang lanjutnya, Dishubkominfo pernah mengajukan dalam anggaran pemerintah kabupaten.

“Sambas belum mempunyai jembatan timbang sama sekali, tahun 2010 lalu kita pernah mengajukan pengadaan jembatan timbang portable. Akan tetapi saat itu ditolak oleh DPRD,” kata Juliansah.

Jembatan timbang yang seperti di Singkawang dan Siantan, ujar Juliansah, berada di bawah kendali Dishub provinsi.

“Karena tidak mungkin membeli jembatan timbang seperti di Singkawang dan Siantan. 2010 kita berinisiatif membeli jembatan timbang portable, tapi ya itu tadi ditolak oleh DPRD Sambas,” pungkas Juliansah.

(Gindra/Dede)

Related Posts