Melawi Waspada Karhutla

Melawi Waspada Karhutla

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Melawi bersama TNI, dan Polri menggelar rapat koordinasi (rakor) tentang senergisitas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (23/3). Acara yang digelar ruang rapat Kantor Bupati Melawi itu dibuka leh Bupati Melawi, Panji,S, Sos.

Menurut Panji, banyak dampak merugikan dari kebakaran hutan dan lahan. Namun dalam penanggulanganya di samping aturan yang tegas, pemerintah juga harus bijak. Sebab tidak dipungkiri masih ada masyarakat yang memang bertahap hidup dengan berladang dengan cara membuka lahan. Maka ini perlu waktu, hingga mereka benar-benar bisa merubah pola tersebut.

“Saya merasakan ini, meskipun dahulu situasi tidak seperti saat ini. Jadi manakala belum ada jalan keluarnya bagi mereka, apakah kita harus memaksakan mereka jangan berladang. Bagaimana hak hidup mereka,” katanya.

Panji menegaskan Negara dan masyarakat memang mulai harus waspada, di tengah perubahan iklim saat ini. Apalagi melihat dampak Karhutla tempo waktu lalu, mulai dari polusi, yang menyebabkan stabilitas ekonomi tidak stabil akibat terganggunya transportasi , hingga memicu gangguan kesehatan. Tetapi bagi mereka yang secara kultur turun temurun berladang, harus ada sedikit kesabaran, hingga mereka benar-benar dapat memahami dampak daru membuka lahan tersebut.

“Larangan tetap berjalan. Tapi bukan dipaksakan. Mereka harus memahami dulu. Suka tidak suka pola memeprtahankan hidup mereka harus berubah,” ungkapnya.

Bupati mengatakan ladang berpindah sudah menjadi kultur masyarakat sejak dahulu. Ini ia rasakan langsung, karena dibesarkan dilingkungan masyarakat yang beladang pindah. Tetapi dampaknya, tidak seperti saat ini, yang mungkin diakibatkan semakin sempitnya lahan hutan, dan semakin pesatnya industri perkebunan sehingga memicu peningkatan suhu bumi.

“Jadi kondisinya beda. Dahulu tidak ada dirasakan gangguan asap dan sebagainya. Ini saya rasakan dulu,” tuturnya.

Kendati demikian mulai saat ini penting meningkatkan disiplin dan melindungi hutan. Pemkab juga sudah melakukan langkah-langkah penanggulangan maupun pecegahan agar, kabut asap tidak terjadi seperti pada tahun sebelumnya, terlebih bagi pelaku oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi semata. (Edi/Yuniar)

 

Related Posts