Atasi Buta Aksara, TP PKK Kayong Utara Gelar Lomba Calistung

Atasi Buta Aksara, TP PKK Kayong Utara Gelar Lomba Calistung

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kayong Utara  menyelenggarakan lomba membaca, menulis dan berhitung (Calistung) sebagai bentuk evaluasi kerja anggota dalam mengatasi Buta Aksara masyarakat.

Usia yang telah lanjut, tidak menyurutkan keinginan warga buta aksara yang bermukim di kecamatan simpang hilir untuk mau belajar serta menguji kemampuannya dalam hal calistung, terbukti ramainya masyarakat yang menghadiri acara lomba yang digelar di gedung serbaguna Kecamatan Simpang Hilir, Desa Teluk Melanau, Rabu (23/3).

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pengerajin ini,memang telah lama mendapatkan pendidikan Calistung dari tim pendidik yang disiapkan oleh pemerintah kayong utara bersama TP-PKK di masing-masing desa, dan mereka diajarkan dasar-dasar menghitung, membaca, dan menulis yang selebihnya dapat diterapkan dalam lingkungan kerjanya masing-masing.

Ketua TP-PKK Diah Permata Hildi yang saat itu hadir dalam acara lomba yang menilai kerapian, ketepatan, dan kefasihan saat membaca. Diah selanjutnya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi jumlah buta aksara yang masih tergolong besar di wilayah kabupaten kayong utara, serta acara lomba yang berlangsung hari ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta motivasi kepada masyarakat akan pentingnya Calistung dalam kehidupannya sehari-hari.

”Dalam profesinya sebagai pengerajin anyaman misalkan, dibutuhkan perhitungan untuk membuat ukuran yang pas sesuai permintaan. Atau profesi usaha makanan, dibutuhkan kemampuan membaca untuk mengetahui resep dan takaran adonan yang pas untuk menghasilkan makanan yang lezat,” ucapnya.

Kemudian, Diah menambahkan kelanjutan dari kegiatan ini bagi warga yang dianggap telah dapat membaca, menulis, dan menghitung dengan baik akan diberikannya Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dan nantinya Pemerintah Kabupaten akan membuatkan program keterampilan bagi masyarakat yang diberi nama Keaksaraan Usaha mandiri (KUM).

Yang mana menurutnya program KUM ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan keberaksaraan  melalui pembelajaran keterampilan usaha yang dapat meningkatkan produktivitas seseorang mupun kelompok secara mandiri bagi warga belajar yang telah mengikuti dan atau mencapai kompetensi keaksaraan dasar.

“Sertifikat SUKMA merupakan suatu jenjang awal untuk mendapatkan program pemerintah yang berbentuk pelatihan tentang keterampilan, kerajinan tangan, maupun anyaman yang nantinya dapat membantu meningkatkan ekonomi ibu dan bapak sekalian. terutama yang akan segera kita hadapi diakhir tahun ini yaitu sail selat karimata, diharapkan kita dapat menjual hasil kerajinan daerah kita sendiri kepada warga pendatang,” katanya.

Sebelum menutup kegiatan, Diah memberikan motivasi kepada warga binaannya untuk selalu belajar, dan belajar baik itu dari saudara, anak ataupun cucunya yang telah menempuh pendidikan formal.

“Jangan malu untuk bertanya, dan asah selalu kemampuan dalam kesempatan apapun,” tutupnya.

(Rizal/Dede)

Related Posts