BP3AKB Antisipasi Perdagangan Manusia

BP3AKB Antisipasi Perdagangan Manusia

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat, Anna Verdiana Iman Kalis akan meningkatkan antisipasi perdagangan manusia, khususnya perempuan dan anak pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan seksual terhadap anak menjadi perhatian berbagai pihak. Oleh sebab itu, kita akan memberikan perhatian yang serius untuk masalah ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (25/3).

Menurut Anna, barang dan orang akan bisa keluar masuk dengan mudah. Moment seperti ini, dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi traficking.

“Kita akan mengantisipasi hal itu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tentu akan memerlukan anggaran, akan tetapi pihaknya telah mengusulkan anggaran tersebut kepada APBD Kalbar.

“Kita sudah menyediakan Rumah Aman, dan kita sudah anggarkan disitu, dan yang pasti para TKI sangat membutuhkan bantuan psikologis, baik untuk TKI yang bermasalah dan yang sebagainya,” jelasnya.

Anna menambahkan, kasus perdagangan orang atau human trafficking yang marak di Kalbar disebabkan karena jarak provinsi Kalbar dengan negara tetangga tidak lah jauh.

“Kalbar ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, jadi sangat rawan sekali, apalagi kita saat ini telah memasuki era MEA, dan yang pasti antisipasi akan terus kita tingkatkan lagi,” pungkasnya. (Monika/Yuniar)

Related Posts