Ikan Red Arwana Harus Dipatenkan Sebagai Ikon Kapuas Hulu

Ikan Red Arwana Ikon Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Menghindari monopoli dari negara lain, Pemerintah Kapuas Hulu dirasa perlu segera mematenkan terhadap ikon daerahnya, yakni ikan Red Arwana.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Risma mengatakan, Untuk mendapatkan hak paten ikan Pemkab Kapuas Hulu harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 50 juta. Harga itu berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas Perikanan Kapuas Hulu dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia.

“Tahun ini belum ada penganggaran pematenan ikan arwana, begitu juga semah. Untuk satu hak paten dua ikan itu Rp.100 juta,” tutur Risma, kata Senin (28/03).

Menurutnya, hak paten penting untuk menghindari pengklaiman hak paten dari negara luar. Itu juga sebagai upaya untuk mempertahankan ikon Kapuas Hulu, yaitu red arwana.

“Sayangnya selama ini belum ada kesempatan mempatenkan ikan arwana itu, belum teranggarkan,” ungkapnya.

Keterlambatan pembuatan hak paten ikan tersebut dikarenakan posisi Kepala Dinas Perikanan juga selalu berganti. Oleh sebab itu program yang ada, tidak bersambung.

“Saya berharap program yang sudah ada ini, kedepan harus dilanjutkan, khususnya pematenan ikan arwana dan semah di 2017,” tutupnya.

(Yohanes/Dede)

Related Posts