Warga Tuntut PT CTB Kembalikan Sertifikat

Warga Tuntut PT CTB Kembalikan Sertifikat

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com Sejumlah warga transmigrasi dari Desa Olak-Olak dan Desa Pelita Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya meminta PT. Cipta Tumbuh Berkembang (CTB) untuk mengembalikan sisa sertifikat warga yang sampai sekarang masih di tahan oleh perusahaan tersebut.

M. Jais, satu diantara perwakilan warga desa Olak-Olak, dan Desa Pelita Jaya, Kecamatan Kubu, kabupaten Kubu Raya meminta dengan tegas kepada pihak PT. CTB untuk mengembalikan sertifikat warga transmigrasi.

“Keputusan Pengadilan Negeri Mempawah sudah memutuskan agar sertifikat milik warga yang berjumlah 103 persil dikembalikan. Apalagi ada kabar bahwa lima sertifikat yang telah dikembalikan oleh PT. CTB,” katanya, Selasa (29/3) pagi.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, katanya mengapa lima sertifikat sudah dikembalikan, sedangkan yang 97 persil belum dikembalikan.

Tuntutan warga ini, jelasnya adalah buntut dari kasus mantan kepala desa Pelita Jaya yang telah menjual tanah milik warga secara diam-diam ke PT. CTB, sehingga wargapun melaporkan perbuatan mantan kades tersebut ke Polda Kalbar pada tahun 2014 silam.

“Jadi kami menuntut hak kami berupa sertifikat yang sampai sekarang tidak pernah di dapatkan, dan diberikan oleh mantan kades tersebut,” jelasnya.

Diceritakannya, pada tanggal 24 Maret 2016 kemarin, masyarakat pernah melakukan pertemuan dengan manajemen PT. CTB, dan perusahaan berjanji dalam waktu seminggu kedepan akan memproses tuntutan dari warga.

“Sebelum kami ke PT. CTB, kami dari warga mendatangi Polda Kalbar, dan bertemu dengan Wadir Kriminal Umum Polda yaitu AKBP. Supriyadi yang berjanji akan memproses kasus ini,” katanya.

Warga lainnya, Awang Linong menambahkan dari tiga lahan yang dimiliki oleh warga mesti mendapatkan tiga sertifikat yaitu lahan pekarangan seluas 0,5 Hektar, lahan usaha I dengan luas 0,5 hektar, dan lahan usaha II seluas 1 Hektar yang dikelola warga sejak tahun 1996.

Sertifikat itu, katanya tiba-tiba sudah berpindah tangan ke PT. CTB, bahkan untuk lahan usaha II seluas 1 Hektar telah ditanami sawit sejak tahun 2008 silam.

“Namun yang sangat mengherankan sampai sekarang untuk lahan II warga tidak memegang sertifikatnya, bahkan warga tidak pernah ditunjukkan lokasinya lahan II itu dimana letaknya,” sebut Awang.

Dirinya dan warga lainnya sangat berharap agar pihak kepolisian dapat adil dan objektif untuk menangani kasus itu, dan menghukum pelaku dengan hukuman berat, apalagi tersangka kasus ini sudah ditahan, dan beberapa warga juga sudah dimintai keterangannya sebagai saksi.

(Faisal/Dede)

Related Posts