Kuantitas Vs Kualitas UU, Fadli Anggap Jokowi Sindir Diri Sendiri

Kuantitas Vs Kualitas UU, Fadli Anggap Jokowi Sindir Diri Sendiri

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tak tersindir dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menilai dalam memproduksi undang-undang, wakil rakyat lebih mementingkan kuantitas ketimbang kualitas.

“Saya kira dia (Jokowi) menyindir dirinya sendiri tuh,” ujar Fadli di gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/3).

Wakil ketua umum Partai Gerindra setuju dalam membuat UU harus memperhatikan kualitas. Tapi, dia berharap Presiden memahami mekanisme pembuatan UU.

“Kita setuju, bahwa kita harus meningkatkan kualitas. Tetapi jangan sampai presiden tidak tahu proses pembuatan undang-undang,” katanya.

Dia mengingatkan dalam proses pembuatan UU, DPR juga melibatkan pemerintah dan Dewan Perwakilan Daerah. UU yang dibuat DPR, katanya, juga merupakan usulan pemerintah.

“Tahun ini saja usulan pemerintah ada 13, presiden mengatakan cukup empat atau lima, secara matematika ini enggak masuk. Karena usulan pembuatan undang-undang ada yang dari DPR, Pemerintah dan DPD. Dari pemerintah saja sudah 13, ” kata Fadli.

Fadli mengatakan sebaiknya pembuatan produk UU di DPR tidak perlu diperdebatkan.

“Ini tidak perlu kita perdebatkan ini, memang menurut statistik juga antara target dengan pencapaian sepenuhnya tidak dicapai rata-rata 15 sampai 20 persen saja,” kata dia.

Kemarin, Rabu (30/3), Presiden menyatakan DPR jangan memproduksi terlalu banyak UU.

“Setahun, tiga saja cukup. Lima ya cukup,” ujar Jokowi di acara dialog publik di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Jokowi yang terpenting bukan kuantitas UU, melainkan kualitasnya.

“Jumlah 40, 50, untuk apa?” tutur Presiden.

Jokowi mengaku mengetahui kenapa DPR senang memproduksi banyak UU.

“Tetapi, nggak usah saya sebutkan di sini kenapa DPR seneng banyak (produksi¬†UU). Saya kira yang hadir di sini juga tahu,” ujar dia. (Suara.com/Yuniar)

Related Posts