Pentingnya Embung di Daerah Rawan Kebakaran

Pentingnya Embung di Daerah Rawan Kebakaran

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sambas harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Pembentukan peleton desa yang menggandeng masyarakat di setiap desa sudah tepat dilakukan. Namun keberadaan peleton desa itu harus diefektifkan.

“Caranya bisa saja melalui peran Pemerintah Kabupaten Sambas,” ungkap Ketua Komisi B, DPRD Kabupaten Sambas, Anwari kepada wartawan, Rabu (30/3).

Menurutnya, peleton desa akan semakin efektif apabila dilengkapi sarana dan prasarana untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Sekarang telah memasuki musim kemarau, kita harus mulai mewaspadai terjadinya kebakaran,” katanya.

Mengantisipasi kebakaran selain dengan membentuk peleton desa, lanjut Anwari, harus dibarengi dengan penyediaan sumber air di daerah yang rawan terjadi kebakaran.

“Karena akan percuma bila hanya personil dan sarana yang disediakan, tanpa menyediakan sumber airnya,” tuturnya.

Untuk itu, pemerintah perlu memikirkan pembuatan embung sebagai wadah penampungan air. Terutama didaerah yang dianggap rawan terjadinya bencana kebakaran. Jika sudah menyediakan sumber air, peleton desa atau pemadam kebakaran tidak kesulitan.

“Hal ini berkaca dari pengalaman dua tahun yang lalu, ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pemadam kebakaran dan warga dengan cepat mendatangi lokasi kebakaran dengan membawa mesin dan peralatan untuk memadamkan api, namun ketika tiba dilokasi kebakaran, petugas kesulitan mencari air. Jadi sangat lebih baik, menyediakan penampungan air berupa embung disejumlah tempat yang rawan kebakaran,” jelas Anwari.

Ketua fraksi Gerindra DPRD kabupaten Sambas ini juga meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang berinvestasi di Kabupaten Sambas turut andil mengantisipasi Karhutla di Sambas.

“Andil perusahaan dapat dilakukan dengan turut menyediakan embung disetiap perusahaan perkebunan, terutama perusahaan yang rawan terjadi kebakaran,” ujarnya.

Anwari juga turut meminta masyarakat agar tidak melakukan pembakaran.

“Jangan lagi membuka lahan dengan cara dibakar,” pintanya. (Gindra/Yuniar)

Related Posts