Semen Indonesia Raih Penghargaan Korporasi Nasional Terbaik dari PWI Jawa Timur

Semen Indonesia Raih Penghargaan Korporasi Nasional Terbaik dari PWI Jawa Timur

Surabaya, thetanjungpuratimes.com PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kembali meraih penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Timur, yaitu Korporasi Nasional Terbaik. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni dalam helatan Resepsi Hari Pers Nasional 2016 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (30/3).

Dirut Semen Indonesia Suparni mengatakan bahwa Semen Indonesia meraih penghargaan Korporasi Nasional Terbaik sebagai apresiasi atas kinerja Perseroan yang cemerlang. Harus diakui Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi industri semen dunia.  Apalagi proyek infrastruktur dalam empat tahun ke depan akan terus bergulir.

Tahun 2015-2020, ungkap Suparni menjadi masa sulit bagi industri persemenan di tanah air. Penambahan kapasitas oleh produsen lama dan masuknya pemain baru pasca berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membuat kompetisi semakin ketat. Kendati berat, tapi tidak ada alasan bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk pesimis.

“Oleh sebab itu, Semen Indonesia  telah mempersiapkan pembangunan dua pabrik baru di Rembang (Jateng) dan Indarung (Sumbar) yang ditarget sudah beroperasi akhir tahun ini. Dengan selesainya kedua pabrik tersebut maka kapasitas produksi Semen Indonesia bertambah menjadi 37,8 juta ton per tahun. Rencana pembangunan pabrik baru di Aceh juga merupakan langkah ekspansi yang akan segera dilakukan korporasi,” tambah Suparni.

Strategi peningkatan kapasitas produksi di titik-titik strategis NKRI ini merupakan langkah strategis Perseroan dalam memenuhi pasokan semen di pelosok Indonesia. Investasi ini juga merupakan langkah lanjutan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Dalam menunjang penguatan penjualan dan efisiensi distribusi domestik, kata Suparni saat ini Perseroan memiliki 22 unit cement mill, 26 packing plant, dan 11 pelabuhan khusus yang dibangun dari ujung barat sampai timur Indonesia.

“Perseroan juga memiliki 365 jaringan distributor yang tersebar di Indonesia,” imbuhnya.

Upaya strategis menghadapi MEA tak hanya diwujudkan dalam investasi pabrik,  tapi juga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Perseroan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP SMI Group) pada Oktober 2015.

“LSP ini berfungsi menjamin kompetensi karyawan dalam menjalankan operasional Perseroan. Hal ini kami lakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing, termasuk dalam menghadapi MEA,” tambah Suparni.

(Rilis/Dede)

Related Posts