Meski Sudah Turun, Pengecer Masih Jual BBM dengan Harga Lama

Meski Sudah Turun, Pengecer Masih Jual BBM dengan Harga Lama

Landak, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) dan solar yang berlaku mulai 1 April ini.

Untuk harga premium diturunkan sebesar Rp. 500 per liter dari sebelumnya Rp. 6.950 menjadi Rp. 6.450 per liter. Sedangkan harga solar turun sebesar Rp. 500 per liter dari sebelumnya Rp. 5.650 menjadi Rp. 5.150 per liter. Namun turunnya harga BBM khususnya premium tidak diikuti dengan turunnya harga premium di tingkat pengecer.

Seperti di sejumlah kios bensin di Kota Ngabang Kabupaten Landak, para pengecer masih menjual premium dengan harga lama yakni Rp. 9000 per liter.

Menurut salah satu pemilik kios bensin di Desa Raja Kecamatan Ngabang, Uwak mengakui kalau ia masih menjual bensin dengan harga lama.

“Saya tahu kalau harga bensin sudah turun mulai hari ini. Tapi saya masih menjual bensin dengan harga yang lama. Sebab, stok bensin yang saya miliki sekarang ini saya beli di SPBU sewaktu harga masih belum diturunkan,” ujar Uwak, Jumat (1/4).

Dikatakannya, kalau ia menjual bensin dengan harga yang baru, sementara stok bensin yang dibeli di SPBU masih memakai harga lama, tentu dia akan merugi.

“Makanya saya habiskan dulu stok bensin yang ada. Kalau sudah habis dan saya beli lagi di SPBU, tentu harga bensin akan saya turunkan,” janjinya.

Sementara itu, salah satu masyarakat, Budi, tidak menyalahkan kalau kios bensin masih menjual bensinnya dengan harga yang lama.

“Mungkin ini sudah menjadi hukum ekonomi juga. Sebab, sewaktu si pengecer membeli bensin di SPBU dengan harga lama dan tiba-tiba pemerintah menurunkan harga bensin, sementara stok bensinnya masih ada, jelas para pengecer ini tetap menjual dengan harga lama. Ini mungkin untuk mengembalikan modal mereka,” tutur Budi.

Namun demikian, ia meminta kepada instansi terkait di Pemkab Landak untuk kembali menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap BBM yang harganya sudah turun ini.

“Dengan adanya HET ini, tentunya para pedagang eceran tidak semau hatinya menjual harga BBM tersebut. Pengecerpun kita minta untuk tetap mematuhi HET yang sudah ditetapkan Pemkab Landak itu,” harapnya.

(NY/Dede)

Related Posts