Armenia : Pertempuran Sengit Terus Berkecamuk di Jalur Kontak Karabakh

Pertempuran Terus Berkecamuk di Jalur Kontak Karabakh

Yerevan, thetanjungpuratimes.com – Situasi di Jalur Kontak antara Angkatan Bersenjata Armenia dan Azerbaijan tetap tegang, tapi “terkendali di pihak Armenia”, kata kantor pers Kementerian Pertahanan Armenia pada Minggu (3/4).

“Pasukan Armenia dan Karabakh terus menanggapi guna mencegah peningkatan lebih lanjut aksi militer,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia Urusan Masyarakat Artsrun Hovannisian di laman Facebooknya.

Ia menambahkan pertempuran sengit masih berlanjut di beberapa daerah garis depan, sebab “pihak Azerbaijan telah menghimpun kekuatan besar”.

Situasi paling tegang masih berlangsung di beberapa bagian utara dan selatan garis depan antara pasukan Karabakh dan Azerbaijan.

Kementerian Pertahanan Armenia pada Sabtu (2/4) menyebarkan pernyataan yang mengatakan pada malam 1-2 April, “tentara Azerbaijan melancarkan serangan besar di bagian selatan, tenggara dan timur-laut Jalur Kontak Karabakh-Azerbaijan dengan menggunakan senjata artileri, kendaraan lapis baja dan pesawat”.

Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Republik Nagorno-Karabkah, “dua helikopter, 15 tank dan tiga satuan udara tanpa awak milik musuh, satu sistem roket Grad, lima unit kendaraan lapis baja termasuk kendaraan tempur infantri, unit mesin Azerbaijan dikerahkan, sementara korban jiwa berjumlah 200”.

Sementara itu sebanyak 18 prajurit Armenia telah tewas, 35 lagi cedera, dan Armenia kehilangan satu tank, katanya.

Kementerian Pertahanan Armenia pada Minggu pagi juga melaporkan pihak Azerbaijan “telah melanjutkan pemboman posisi Armenia-Karabakh di bagian selatan”, demikian laporan Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Tentara Azerbaijan, katanya, “menggunakan roket dan perlengkapan artileri serta kendaraan lapis baja”.

Permusuhan antara Armenia dan Azerbijan mengenai Jalur Kontak Nagorno-Karabakh dilaporkan telah meningkat pada Sabtu malam, sementara Kementerian Pertahanan kedua negara tersebut saling menyalahkan mengenai pihak yang memicu ketegangan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan menyatakan 12 prajuritnya telah tewas dalam pertempuran, sementara pihak Armenia mengkonfirmasi 18 prajurit negeri itu tewas dalam konflik tersebut.

Pembicaraan perdamaian telah diselenggarakan sejak 1994, ketika gencatan senjata dicapai, tapi kadangkala terjadi bentrokan kecil di sepanjang perbatasan dan di seluruh garis depan, yang mudah bergolak, di daerah Karabakh. Bentrokan dengan jelas meningkat pada Maret.

(Ant/Dede)

Related Posts