DPR RI Dorong Pemerintah Tingkatkan Sektor Sawit dan Karet

Anggota Komisi XI DPR RI, Michael Jeno

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Anggota komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Michael Jeno mengatakan, iklim ekonomi global saat ini tidak terlalu menggembirakan dan berdampak terhadap ekonomi di Kalimantan Barat yang berbasis kepada sumber daya alam yaitu sawit dan karet.

“Dimana sawit dan karet saat ini mengalami penurunan harga yang sangat luar biasa dan ekspor sawit dan karet pun turun drastis. Padahal kedua komoditas tersebut saat ini cukup besar perannya dalam menyumbang pada pendapatan Negara,” katanya, saat menghadiri Seminar Sehari Peningkatan Sumber Daya Manusia Sektor Pendidikan di Kalimantan Barat dalam Era Masyarakat Ekonomi Asean, di Rektorat Untan Lantai 3, Senin (4/4) pagi.

Menurutnya, jika pasar di luar negeri turun, maka pasar dalam negeri yang dinaikan, itu merupakan cara sederhana.

“Pemerintah sudah membuat Badan Layanan Umum (BLU) sawit, dibawah departemen keuangan dan BLU hari ini sudah memiliki dana abadi sekitar Rp9 triliun untuk meningkatkan pasar dalam negeri dengan cara program B15 dan B20 yang merupakan program pemerintah untuk energi terbarukan. Dimana pemerintah mewajibkan untuk CPO menjadi bahan campuran Bio Diesel B20, yang artinya 20 persen CPO dan 80 persen solar biasa, sehingga bisa menjadi Bio Diesel,” tuturnya.

Legislator asal Kalbar ini menambahkan, dengan adanya B20 dan B15 tahun 2016,  itu akan meningkatkan produksi CPO di dalam negeri dan cara itu, ungkapnya yang bisa di kontrol agar harga di dalam negeri bisa naik.

“Untuk sawit, pemerintah juga telah melakukan program yang sama yaitu meningkatkan pasar dalam negeri karena pasar luar negeri terbatas dan itu semua di bawah kontrol kita. Pemerintah mendorong dengan adanya program pembangunan infrastruktur yang banyak dimana-mana, maka karet bisa dijadikan untuk campuran aspal , bantalan untuk rel kereta api, dan untuk dipelabuhan bisa menjadi sandaran kapal sebagai pelengkap infrastruktur. Dengan begitu, kita bisa mengambil keuntungan dari pembangunan infrastruktur tersebut,” tandasnya.

(Monika/Dede)

 

 

Related Posts