Terkait Kisruh PPP, Sutarmidji “Keukeuh” Berpegang pada Putusan MA

Kisruh PPP Terkini

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Barat, Sutarmidji tetap bersikukuh bahwa PPP hasil Muktamar Jakarta tetap sah di mata hukum.

“Putusan pemerintah yang mengembalikan ke Muktamar Bandung, itu menunjukkan pemerintah melanggar peraturan dan perundang-undangan,” ungkap Sutarmidji ketika ditemui saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1 Pontianak, Senin (4/4) siang.

Dirinya juga menilai, keputusan Menkumham yang mengembalikan kepengurusan PPP kepada hasil Muktamar Bandung tersebut merupakan keputusan cacat secara hukum.

“Mahkamah Agung (MA) sudah mengesahkan PPP hasil Muktamar Jakarta di bawah Ketua Umum Djan Faridz. Kalau MA sudah mengesahkan hasil Muktamar Jakarta, mau syaratnya tidak lengkap atau lainnya, dengan otomatis Muktamar Bandung tidak ada legalitas lagi,” tegasnya.

Dirinya menilai pemerintah dalam hal ini Kemenkumham mengambil keputusan tak berdasar dengan memperpanjang masa kepengurusan PPP Muktamar Bandung.

“Bandung itu sudah selesai, tak mungkin dengan keputusan Menkumham lalu Muktamar Bandung bisa diperpanjang, dasarnya itu apa ? Itu saya anggap mereka ini tidak paham ” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, bukan lagi berbicara kekuasaan di partai tapi bicara tentang penegakan hukum.

“Kalau menurut Muktamar Bandung saya masih sebagai Ketua Kota. Tapi selama ini saya tidak pernah diajak ikut. Itukan tidak benar jadi barang yang tak benar itu dibolak – balikan seperti apa juga akan menjadi tidak benar,” ujarnya.

Sutarmidji menegaskan, dirinya tetap berdiri di belakang PPP hasil Muktamar Jakarta, karena menurutnya sudah sesuai aturan hukum yang benar dan sah.

“Sudahlah harusnya yang benar itu sahkan PPP hasil Muktamar Jakarta, walaupun hanya untuk enam bulan untuk menuju Muktamar Islah, hal itu yang benar bukan hidupkan lagi Muktamar Bandung. Dan saya pastikan kalau di PTUN-kan, pasti Menkumham akan kalah lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sutarmidji menegaskan bahwa pihaknya akan memecat bila ada dari kubu Djan Faridz asal Kalbar menghadiri islah yang digelar oleh kubu Muktamar Bandung.

“Kita tetap larang tidak boleh ikut, kalau mereka berani ikut maka kita akan keluarkan mereka,” pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts