Sepekan Tenggelam di Sungai, Martitus Tatak Ditemukan Tak Bernyawa

Warga Sekadau Mengapung Tak Bernyawa

Sekadau, thetanjungpuratimes.com Setelah menghilang selama lima hari di Sungai Nanga Sawai, Dusun Cupang Belungai, Desa Cupang Gading, Kecamatan Sekadau Hulu, Martitus Tatak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Pria 47 tahun yang juga warga Dusun Jopo, Desa Cupang Gading, Kecamatan Sekadau hilir itu hilang sekitar pukul 15.30, pada Rabu (30/3) lalu. Nahasnya, ketika sudah ditemukan Tatak ditemukan sudah tidak bernyawa di Berombang, Dusun Sungai Agung, Desa Mondi, Kecamatan Sekadau Hulu.

“Mayat korban sudah ditemukan sekitar pukul 19.00 di Berombang, Desa Mondi, pada Senin (4/4). Korban terseret arus deras Sungai Nanga Menterap,” kata Kapolsek Sekadau Hulu, Iptu S Sabar, Selasa (5/4).

Sebelumnya, korban mandi di Sungai dengan arus sungai yang cukup deras hingga terseret oleh arus. Setelah dilakukan pencarian hampir sepekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan hanya mengenakan celana dalam.

“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dimakamkan sekitar pukul 10.30 di Dusun Jopo, Desa Cupang Gading,” ujarnya.

Sementara itu, Yangson, Camat Sekadau Hulu mengatakan, korban ditemukan oleh seorang warga Berombang, Dusun Sungai Agung yang saat itu hendak turun ke sungai. Saat itu, warga tersebut melihat ada sesuatu yang mengapung tak jauh dari jambannya.

“Antara maghrib dan isya, seorang bapak turun ke sungai itu yang pertama kali melihat ada sesuatu yang mengapung di hilir jambannya,” ungkap dia.

Setelah itu, kata Yangson, warga langsung menginformasikan warga Dusun Jopo perihal penemuan mayat tersebut. Untuk membawa mayat tersebut dari seberang dari Sungai Agung menuju Dusun Gedet dengan menggunakan sampan.

“Karena Gedet dengan Jopo lebih dekat awalnya dibawa dengan menggunakan sampan. Setelah itu warga membawanya dengan menggunakan mobil pick up milik kelompok tani. Kondisi mayat masih dalam keadaan utuh hanya ada sedikit bagian yang sudah hancur,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama pada saat kondisi banjir.

“Kami sudah sering sampaikan kepada masyarakat terutama daerah yang dekat pesisir sungai untuk selalu waspada apalagi anak-anak. Selain itu listrik juga diperhatikan, ini untuk menjaga keselamatan,” tukasnya.

(Yahya Iskandar/Dede)

Related Posts