Diduga Menipu, Investor Jakarta Laporkan Oknum Pejabat Kubu Raya ke Polda

Investor Jakarta Laporkan Oknum Pejabat Kubu Raya ke Polda

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – PT Mitra Benua Mineral (MBM), yang merupakan investor asal Jakarta, mendatangi Mapolda Kalbar guna membuat laporan atas kerugian yang dialami hingga miliaran rupiah, karena ditipu oleh salah seorang oknum pejabat Kabupaten Kubu Raya (KKR).

Ketika ditemuia awak media, Wakil Direktur Reserse Umum (Wadir Reskrimum) Polda Kalbar, AKBP Supriyadi membenarkan pihaknya  telah menerima laporan pengaduan dari investor asal Jakarta terkait dugaan penipuan yang dilakukan oknum Pejabat Pemerintah KKR.

” Selasa kemarin, memang ada perwakilan perusahaan dari investor Jakarta datang membuat laporan pengaduan. Nah saat ini laporan tersebut sedang kami kaji,” ungkap AKBP Supriyadi, Rabu (6/4) .

Terkait hal tersebut, kata Supriyadi, Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar telah membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap laporan pengaduan yang dibuat perwakilan PT MBM yang sudah masuk ke Polda Kalbar

“Terhadap kasus dugaan penipuan ini kita belum bisa memberi keterangan lebih jauh. Namun bila ditemukan unsur tindak pidananya, maka akan kita naikan statusnya menjadi laporan polisi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT MBM, Ary Gariana Gania menuturkan pihaknya telah melayangkan surat laporan pengaduan dugaan tindak pidana penipuan dan pengelapan uang pembayaran pembelian lahan sekitar 8000 Ha dari PT Kubu Agrindo Utama Mas ‎(KAUM) yang diwakili IY, pada tahun 2012 lalu.

“Penipuan tersebut terkait jual beli lahan serta perizinan yang akan dibeli oleh pengusaha yang akan melakukan investasi di Kalbar di bidang per‎kebunan,” tuturnya.

Ary menceritakan, bermula pertemuan di tahun 2012 terkait rencana pembelian lahan serta perizinan. Kemudian pihaknya mengirimkan sejumlah uang sesuai yang diminta oleh IY.

Bahkan, pihaknya telah mentransfer uang sebanyak Rp3,8 miliar dengan lima kali pengiriman melalui bank BCA.

“Saat itu pihak perusahaan dijanjikan akan mendapatkan lahan berikut perizinan, tapi nyatanya hal itu fiktif,” tuturnya.

Menurut Ary, pertama kali transfer ke rekening IY tanggal 3 oktober 2012, Rp547.250.00 untuk operasional, transfer kedua pada 5 oktober 2012, Rp1,5 Miliar untuk perpanjang ijin, transfer ketiga pada 5 oktober 2012, Rp627.750.000 untuk ganti rugi, transfer keempat pada 8 oktober 2012, Rp500 juta untuk pengikatan PT KAUM, dan transfer kelima pada 16 oktober 2012, Rp365 juta untuk ke BPN.

Hingga berita ini diturunkan, media ini mencoba melakukan klarifikasi terhadap oknum pejabat di KKR. Namun, IY selalu tidak berada di tempat.  (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts