Pemutusan Mata Rantai Narkoba, Pengguna Akan Direhabilitasi

Pemutusan Mata Rantai Narkoba, Pengguna Akan Direhabilitasi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Untuk memutuskan tingginya permintaan narkoba di Kota Pontianak, pihak berwenang saat ini gencar melakukan penertiban, hingga penangkapan dan menjatuhkan hukum kepada setiap mereka yang terlibat, baik sebagai penguna maupun sebagai pengedar narkoba.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyatakan, melalui undang-undang baru ini, kepada para penguna narkoba harus dilakukan rehabilitasi. Semua itu sendiri ditentukan oleh asesmen.

“Polisi hanya menangkap saja. Setelah itu akan digeser ke asesmen yang merupakan tim gabungan dari BNN, Jaksa Penuntut Umum, Polisi dan tim dokter,” ungkap Kombes Pol Tubagus saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Jumat (8/4).

Tetapi, lanjut Kapolresta, jika pengedar narkoba walaupun barang bukti yang ditemukan hanya sedikit, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Karena berdasarkan pertimbangan yang dituangkan undang-undang, untuk memutus tingginya permintaan narkoba ini.

“Kalau kita tidak putuskan dengan cara rehab atau penyembuhan penguna narkoba, maka, nantinya mereka ini akan tetap sebagai penguna narkoba selamanya. Dan akan tetap menimbulkan penyuplaian dan transaksi serta pengunaan narkoba yang tinggi juga,” ujarnya.

Tubagus menegaskan, mereka ini ditangkap lalu diproses kemudian direbabilitasi agar tidak lagi menjadi penguna narkoba. Dengan demikian peredaran atau penjualan barang haram ini menjadi sedikit dan dapat dapat dengan mudah di berantas.

“Dan ada lembaga  yang menanggani rehabilitasi pecandu narkoba ini. Lembaga ini yang menentukan apakah pecandu ini sudah seberapa berat dalam mengunakan narkoba. Polisi hanya menangkap kemudian kita geser ke lembaga asesmen ini untuk memproses lebih lanjut,” pungkasnya.  (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts