Tiga Pesut Mati Terjerat Jaring Nelayan

Pesut di Kubu Raya Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Tiga ekor pesut (Orcaella brevirostris) tertangkap dan ditemukan mati terjaring (bycatch) pukat nelayan di wilayah perairan Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Kamis (7/4).

Manajer Program Kalimantan Barat WWF-Indonesia, Albertus Tjiu saat dihubungi di Pontianak, Selasa, mengaku meninjau langsung lokasi kejadian dan menyayangkan hal tersebut.

“Sebagian besar masyarakat desa ini sesungguhnya sudah mengetahui informasi bahwa pesut adalah spesies dilindungi. Longgarnya pengawasan terhadap penerapan aturan perlindungan spesies tersebut, mengakibatkan warga masih melakukan penangkapan,” kata Albertus.

Tiga ekor pesut remaja tersebut tertangkap pada saat para nelayan Desa Tasikmalaya, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat sedang melakukan aktivitas menarik pukat.

Saat tertangkap hari itu, nelayan pengumpul lokal, Maskur (35), mencoba menjualnya ke Pasar Flamboyan di Pontianak, untuk mengetahui nilainya.

Namun pasar tersebut menolak untuk membelinya dengan alasan mereka mengetahui bahwa spesies tersebut tidak boleh diperjualbelikan.

Tiga ekor pesut itu kemudian kembali dibawa pulang, lalu dipotong dan dibagi-bagikan dagingnya kepada warga sekitar.

Pesut atau Irawaddy Dolphin merupakan spesies mamalia air yang dilindungi dan masuk daftar merah (red list) IUCN dalam Appendix I yang berarti tidak dapat diperdagangkan secara internasional.

Di Indonesia, pesut yang ditemukan di daerah Kalimantan adalah di perairan air tawar, muara hingga pesisir pantai. Sejak 2011, hasil survei dari WWF telah menemukan spesies ini ada di perairan Kalimantan Barat.

Di Kabupaten Kubu Raya, pesut terlihat pertama kali pada tahun 2012.

Sementara Maskur dalam rilis yang dikirim WWF mengungkapkan, tidak sengaja melakukan itu karena pesut yang ditemukan sudah mati saat di pukat. Induk yang saat itu masih hidup, dilepaskan kembali ke lautan.

Dari hasil potongan-potongan tiga ekor pesut tersebut, masing-masing hanya disisakan bagian kepala, sirip dan ekor.

WWF menilai hal ini mendesak untuk semakin gencar dilakukan sosialisasi terkait perlindungan terhadap spesies pesut di wilayah ini. Pentingnya sosialisasi ini didukung penuh oleh Camat Batu Ampar, Supriady.

WWF dan pemerintah kecamatan segera akan merancang langkah-langkah strategis untuk melakukan kampanye perlindungan terhadap spesies langka yang ada di Kabupaten Kubu Raya, seperti pesut dan bekantan, agar kejadian ini tidak terus berulang. (Antara/Yuniar)

Related Posts