Sungai di Empajak Tercemar, Uji Laboratorium Harus Dipublikasikan

Sungai di Empajak Tercemar, Uji Laboratorium Harus Dipublikasikan

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Keluhan masyarakat di Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir terkait dugaan tercemarnya air sungai yang berasal dari perusahaan sawit harus menjadi perhatian. Masyarakat mengharapkan adanya keterbukaan mengenai hasil uji laboratorium terhadap dugaan pencemaran limbah tersebut.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sekadau, Yosef Yustinus saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih bekerja.

“Saya sedang pimpin rapat sekarang. Sudah disurvei ke lapangan tetapi hasilnya belum bisa disampaikan secara terbuka, karena ada beberapa tahap lagi yang harus dilakukan. Apalagi hasil laboratorium belum bisa keluar dalam waktu seminggu atau dua minggu,” katanya singkat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau yang juga berasal dari daerah pemilihan tiga, Damre Sepejo mengatakan, pihaknya menyesali terjadinya kebocoran limbah tersebut. Seharusnya, limbah perusahaan tidak bocor hingga mengalir ke sungai, terlebih selama ini sungai digunakan oleh masyarakat sekitar.

“Kejadian ini tentu menjadi peringatan kepada semua perusahaan yang ada di Kabupaten Sekadau,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/4).

Untuk itu, dia menyarankan kepada pihak perusahaan untuk bekerja ekstra agar limbah tidak masuk ke sungai. Dia juga meminta perusahaan mengatasi limbah tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

“Kami minta BLH untuk meninjau semua perusahaan serta mengecek pengelolaan limbahnya, apakah sudah sesuai atau tidak. Jika tidak sesuai maka harus diberikan peringatan sesuai aturan yang berlaku. Pihak perusahaan jangan semau-maunya, mereka juga harus ikut aturan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Mengenai dugaan limbah dari sebuah perusahaan yang mengalir ke sungai. Damre meminta agar hasil uji laboratorium harus dipublikasikan.

“Uji laboratorium itu harus dilakukan untuk mengetahui limbah tersebut membahayakan atau tidak. Hasil laboratorium harus terbuka dan dinas terkait harus mensosialisasikan pada masyarakat luas untuk diketahui secara luas,” tukasnya.

Terpisah, Aloysius, Wakil Bupati Sekadau mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi ke BLH untuk turun kelapangan untuk mengecek langsung. Aloy mengaku, telah mendapat laporan bahkan dari media mengenai dugaan pencemaran oleh limbah perusahaan sawit tersebut.

Mengenai wacana yang meminta hasil laboratorium dipublikasikan, Aloy sangat mendukung dan juga mendorong agar hasil tersebut dipublikasikan kepada masyarakat.

“Ya harus dibuka hasilnya,” ujarnya.

Aloy mengatakan, dirinya sudah mendapat surat yang menyatakan jika ada peninjauan ke lokasi tersebut, pada Jumat (15/4).  Sebenarnya, masyarakat sudah mengetahui apalagi sudah ada foto-foto yang sudah dipublikasi.

“Kami minta perusahaan cepat untuk menanggapi hal ini,” pungkasnya.  (Yahya Iskandar/Yuniar)

Related Posts