Kisah Pak Tot dan Ibunya yang Berjuang Tinggal di Gubuk Reyot

Salah satu bagian rumah Pak Tot warga Balai Batang Tarang yang rusak parah

Sanggau,thetanjungpuratimes.comPasrah dengan nasib, mungkin hanya ungkapan itu yang terpendam di benak Hermanto Tot (65) seorang pria lajang yang tinggal berdua dengan ibunya Baiduri (91) di sebuah rumah reyot, Dusun Hulu, Desa Hilir, Kecamatan Balai, Batang Tarang, Kabupaten Sanggau.

Pria yang sehari-hari berjualan nasi kuning di pasar sayur Balai ini, hanya bisa pasrah menerima jalan hidupnya. Puluhan tahun tinggal di rumah yang nyaris ambruk harus ia jalani dengan ibunya.

“Beginilah rumah saya Bang, maklum kerjaan tidak tetap. Bagaimana mau memperbaiki rumah, buat makan sehari-hari saja susah. Saya di rumah ini, tinggal bersama ibu yang sudah tua juga,” ujarnya di dampingi Kepala Dusun Hulu, Ashady Cahyadi dan tokoh pemuda setempat, Muhammad Azmi, pada Senin (18/4).

Diantara obrolan pria yang akrab disapa Pak Tot ini, ia mengungkapkan rumah berukuran 4 x 6 meter itu, dulunya merupakan bekas dapur dari kerabatnya. Dan sejak tahun 80-an tidak pernah diperbaiki.

Kerusakan mulai terlihat dari dinding, bahkan sebelah dari bangunan rumah itu tidak memiliki jendela. Kemudian, mulai dari lantai terasnya jika diinjak akan bergoyang dan nyaris patah karena rapuh.

“Sudah lama, tidak pernah diperbaiki. Ini nunggu hari lagi mau roboh. Rumah ini, dulunya bekas dapur,” bebernya.

Disinggung, apakah ia mendapatkan program bantuan dari pemerintah, pria ini mengaku tidak berharap banyak dari pemerintah. Soalnya, saat program bantuan bergulir, mereka  selalu luput dari perhatian dan belum pernah menerima bantuan.

“Wah, saya tak pernah berharap Bang, selama inipun jarang dapat yang namanya bantuan itu,” keluhnya.

Kendati demikian, Pak Tot tetap memiliki harapan, kedepan ada perhatian dari Pemkab Sanggau kepadanya, terutama membantu biaya untuk merenovasi rumahnya yang nyaris roboh.

“Saya hanya bisa pasrah saja. Tapi, kalau ditanya, saya masih berharaplah, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Sementara, Kepala Dusun Hulu Ashady Cahyadi meminta apa yang dialami Pak Tot itu menjadi perhatian pemerintah, paling tidak memberikan bantuan untuk perbaikan atau renovasi rumah tersebut.

“Memang sangat parah, kondisi ini. Jelas sangat membahayakan penghuninya, jika sewaktu-waktu roboh. Kita berharap dengan sangat kepada pemerintah, untuk memberikan bantuanlah, paling tidak untuk memperbaiki bagian yang rusak parah,” bebernya.

Tokoh pemuda setempat, Muhammad Azmi mengatakan, jika pemerintah ada memberikan bantuan, maka mereka selaku pemuda bisa membantu memperbaiki dengan cara bergotong-royong.

“Kita siap membantu, tergantung saja jika ada materialnya. Mudah-mudahan ini, menjadi perhatian pemerintahlah, kami siap bergotong royong untuk membantu memperbaiki rumah ini,” tegasnya.

(Muhammad/Dede)

Related Posts