Kuwait Turunkan Produksi Minyak, Sementara Pekerja Berunjuk Rasa

Kuwait Turunkan Produksi Minyak, Sementara Pekerja Berunjuk Rasa

Kuwait, thetanjungpuratimes.com – Kuwait menurunkan produksi minyak mentah dan penyulingan pada Minggu sebagai bagian dari rencana darurat membantu anggota OPEC itu mengatasi masalah terkait unjuk rasa terbesar pekerja perminyakan negara tersebut.

Ribuan pekerja perminyakan dan gas Kuwait berunjuk rasa menentang rencana pemerintah mengubah kebijakan upah kerja bidang umum. Pekerja tidak berasal dari Kuwait tidak ikut dalam unjuk rasa itu. Perserikatan pekerja tidak mengatakan sampai kapan unju rasa tersebut berlangsung.

Juru bicara Perusahaan Minyak Kuwait (KOC) Saad Al Azmi di Twitter KOC mengatakan perusahaan itu menurunkan produksi menjadi 1,1 juta barel sehari dari produksi normal tiga juta barel sehari.

Lembaga penyulingan minyak negara, Perusahaan Minyak Nasional Kuwait (KNPC), juga mengurangi produksi menjadi sekitar 520.000 barel sehari dari 930.000 barel sebelum unjuk rasa itu dimulai pada Minggu, kata kantor berita nasional kuwait KUNA.

Media mengutip kepala eksekutif KNPC Mohammed Ghazi Al Mutairi yang menegaskan “kesuksesan, dalam memberlakukan rencana darurat dan mengoperasikan tiga lokasi penyulingan perusahaan”.

Khaled Al Asousi, seorang juru bicara dari KNPC, mengatakan tanpa memberikan informasi lanjut bahwa terdapat adanya peningkatan dalam penawaran bahan bakar di pasar lokal dan kepada kementerian kelistrikan. Sejumlah pelabuhan ekspor beroperasi dengan baik dengan kapal-kapal tanker mereka, dia mengatakan.

Juru bicara sektor perminyakan, Sheikh Talal al Khaled al Sabah mengatakan dalam pernyataan yang ditulis oleh KUNA, bahwa ekspor minyak belum terpengaruh oleh demonstrasi itu dan bahwa Kuwait masih mampu memenuhi permintaan dari para pelanggan mereka.

Dalam pernyataan lanjut yang ditulis di akun Twitter, Al Khaled mengatakan bahwa kapasitas produksi semakin membaik dan bahwa tingkat normal itu tidak jauh berbeda.

Kabinet Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh KUNA, bahwa demonstrasi itu akan mengganggu proses kerja di sektor penting dan bahwa mereka telah memberikan izin kepada perusahaan minyak negara untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mencari para pekerja dan memastikan produksi tidak akan terpengaruh.

Kabinet juga mengatakan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum terhadap kegiatan apapun yang dirasa tidak dapat diterima.

Sheikh Mohammad al Mubarak al Sabah, menteri urusan kabinet, mengatakan kepada wartawan Reuters bahwa demonstrasi itu ilegal karena para anggota perserikatan menolah untuk melakukan negosiasi sebelum melakukan pemogokan.

“Anggota perserikatan telah dihubungi oleh komite yang dikepalai oleh biro sumber daya manusia. Para anggota perserikatan menolak untuk melakukan pertemuan dengan mereka dan melakukan aksi demonstrasi. Jadi mereka melanggar hukum Kiwait. Mereka tidak dapat melakukan demonstrasi tanpa melakukan ini (usaha berdialog),” kata dia.

“Dengan harga minyak yang demikian, dan fakta bahwa pendapatan sektor minyak merupakan sebuah bagian yang besar dalam pendapatan (nasional), itu sangatlah sulit jika tidaklah mustahil bagi pemerintah untuk memberikan insentif finansial yang baru,” tambah dia. (Antara/Yuniar)

Related Posts