Mahasiswa Surabaya Manfaatkan Durian Untuk Anti-Nyamuk

Manfaat Durian Untuk Anti Nyamuk

Surabaya, thetanjungpuratimes.com – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) memanfaatkan kulit durian untuk obat anti-nyamuk dengan campuran buah pinang dan bunga kenanga.

“Kulit durian, buah pinang serta bunga kenanga mempunyai fungsi luar biasa. Ketiganya bisa dijadikan sebagai anti nyamuk baik dalam bentuk lotion, cair maupun abate,” kata ketua tim, Lihabi, di Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan penelitian yang dilakukan oleh keempat rekannya itu dilakukan sejak setahun lalu. Awalnya, mereka merasa prihatin dengan banyaknya kasus demam berdarah yang melanda beberapa daerah di Jatim.

“Keempat rekan saya antara lain, Holisatun Nisa, Cintia Pratyaka Rocha Normawati, Rofighi Bey Fiqo Suseso dan M Islamulyadin sengaja mencari anti-nyamuk dari bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan,” kata dia.

Menurut dia, upaya pemerintah dengan melakukan fogging serta penyebaran abate dirasa belum mampu menyelesaikan masalah demam berdarah, serta obat antinyamuk yang banyak beredar di masyarakat, mayoritas mengandung bahan kimia.

Dari penelitian yang dilakukan, ketiga bahan alami tersebut mempunyai kandungan minyak atsiri. Minyak atsiri ini berfungsi sebagai insektisida yang mampu mengusir bahkan membunuh nyamuk.

Di sisi lain, Holisatun Nisa menambahkan, untuk bahan dari kulit buah durian yang dibutuhkan adalah bagian dalamnya atau bagian daging dari kulit itu sendiri. Daging kulit durian itu diiris kecil kecil kemudian dihaluskan.

“Jumlah yang dibutuhkan sekitar 200 gram, saat dihaluskan ditambah dengan air sebanyak 100 sampai 250 mililiter. Kemudian setelah dihaluskan, dimasukkan ke dalam labu destilasi dan ditambahkan alkohol 70 persen sebanyak 100 mililiter,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya dilakukan proses destilasi untuk mendapatkan minyak atsiri, sedangkan proses destilasi sendiri membutuhkan waktu satu sampai dua jam. Untuk 200 gram daging kulit durian akan menghasilkan sekitar 50 mililiter minyak atisiri.

“Proses yang sama juga dilakukan untuk dua bahan lainnya yaitu buah pinang dan bunga kenanga. Minyak atsiri yang berhasil diambil tersebut bisa langsung digunakan sebagai obat nyamuk uap yang memanfaatkan alat penguap,” terangnya.

Agar lebih manis dan enak dipandang mata, obat anti nyamuk uap ini diletakkan di dalam lampion sehingga bisa berfungsi sebagai lampu tidur. Dengan seperti ini akan lebih menarik, selain sebagai obat nyamuk juga bisa menjadi hiasan ruangan.

“Sedangkan untuk pembuatan lotion, minyak atsiri tersebut tinggal ditambah dengan bahan bahan lotion lainnya sehingga menjadi bahan cream. Bahan ini juga aman bagi kulit, karena terbuat dari bahan bahan alami,” ungkapnya.

Dosen pembimbing kelima mahasiswa, Siti Madia menambahkan bahwa minyak Atsiri yang dihasilkan dari kulit durian, buah pinang dan bunga kenanga ini tidak hanya mampu mengusir nyamuk saja, namun juga mampu membunuh nyamuk.

“Dari minyak atsiri juga bisa dijadikan sebagai abate yang berfungsi untuk membunuh jentik nyamuk. Selain dari segi bahan, yang membedakan antara abate yang sudah ada saat ini dengan abate ciptaan mahasiswa UMS adalah dari bentuknya,” tuturnya.

Konsentrasi abate cair ini relatif lebih sedikit. Untuk cairan abate alami sebanyak 10 mili liter bisa digunakan untuk air satu bak mandi. Dalam waktu 10-25 menit, jentik jentik nyamuk yang ada di dalam air itu langsung mati. (Antara/Yuniar)

Related Posts