Di Kalbar, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Capai 716 Kasus

Di Kalbar, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Capai 716 Kasus

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Perempuan adalah pilar bangsa. Baik atau buruknya suatu bangsa tergantung bagaimana kualitas perempuan-perempuannya. Namun, hingga kini perempuan belum mendapat hak-haknya secara penuh.

Realita yang terjadi di Kalimantan Barat, tercatat 716 kasus kekerasan perempuan dan anak. Terdapat  pula kasus yang terjadi karena perdagangan manusia, mengingat Kalbar berada di daerah perbatasan.

Semua kasus ini, sangatlah memprihatinkan karena menciderai Hak Asasi Manusia,” ungkap Presiden BEM Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prima Yuliantoro, yang pers release yang diterima thetanjugpuratimes, Kamis (21/4).

Padahal, berdasarkan UUD 1945, Pasal 28G ayat (1) menyebutkan, Setiap orang bebas atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya.

“Masalah kekerasan Perempuan ini merupakan masalah kita bersama yang sudah layak kita atasi bersama,” tuturnya.

Selaku mahasiswa Universitas Tanjungpura, pihaknya bertanggungjawab moral atas pencideraan Hak Asasi Manusia yang terjadi. Untuk itu, mahasiswi-mahasiswi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Tanjungpura menolak segala bentuk kekerasan yang terjadi pada Perempuan.

“Kami mendesak pemerintah daerah Kalimantan Barat untuk bertindak tegas dan berlaku adil kepada oknum atas kasus kekerasan yang terjadi,” tegasnya.

Sementara Komnas Perempuan mencatat, sedikitnya 16.217 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi pada tahun 2015. Kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah domestik, melainkan telah meluas di berbagai ranah termasuk di wilayah publik.

Catatan Tahun (Catahu) 2016 menunjukkan, terjadi kenaikan kekerasan seksual di ranah personal dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 11.207 kasus. Sedangkan di ranah komunitas, terdapat 5.002 kasus kekerasan terhadap perempuan dan sebanyak 1.657 kasus di antaranya jenis kekerasan seksual. (Rilis/Yuniar)

Related Posts