Harga Premium Bersubsidi di Tingkat Pengecer Masih Tinggi

Bensin Eceran

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Kabupaten Ketapang masih belum stabil, khususnya di tingkat pengecer.  Padahal,  harga BBM bersubsidi jenis premium sudah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang masih sedikit.

Subhannur, salah seorang pegawai swasta di Kabupaten Ketapang mengatakan, harga premium di tingkat pengecer yang belum stabil, membuat sebagian harga kebutuhan rumah tangga mengalami lonjakan yang signifikan.

“Padahal, Pemerintah sudah menurunkan harga premium, namun hal ini tidak berpengaruh kepada tingkat pengecer. Selain itu, sering terjadinya antrian panjang di SPBU yang ada di kabupaten ketapang, menyebabkan BBM bersubsidi jenis premium cepat habis,” ungkap Subhannur, kepada wartawan, Jumat (22/4).

Sehingga, dirinya berharap, agar aparat kepolisian melakukan penertiban di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang, mengingat sering ditemukannya oknum warga yang membeli premium bersubsidi untuk dijual kembali, dengan harga yang sangat tinggi.

Menanggapi keluhan masyarakat, anggota fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  DPRD Kabupaten Ketapang , Abdul Sani meminta agar Pertamina memberikan ijin kepada setiap SPBU di Kabupaten Ketapang agar memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam.

“Kita sudah melakukan konsultasi ke tingkat regional, karena BBM bersubdi untuk Kabupataten Ketapang tidak cukup,” tuturnya.

Selain itu, dirinya berharap agar Polres Ketapang melakukan penertiban terhadap spekulan  maupun dan pengepul BBM jenis prenium, sehingga harga premium kembali stabil. (Asmun/Yuniar)

 

 

Related Posts