Survei : Peran Keluarga Pengaruhi Perempuan Belajar Sainstek

Bintang

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Survei yang dilakukan secara daring di enam negara Asia Pasifik menunjukkan peran dukungan orang tua mempengaruhi minat anak perempuan dalam mempelajari ilmu sains dan teknologi.

Berdasarkan siaran pers di Jakarta, Jumat (21/4) kunci menarik perhatian anak perempuan untuk belajar mengenai sains dan teknologi serta mengejar karier mereka di bidang tersebut bergantung pada keluarga.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa orang tua merupakan yang paling berpengaruh (68 persen) dalam menentukan pilihan program studi sainstek. Sementara teman (9 persen) dan guru (8 persen) yang juga merupakan sumber yang paling besar untuk mempengaruhi keputusan mereka. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa lebih dari setengah responden (63 persen) yang saat ini tengah belajar sainstek di sekolah memiliki orang tua atau saudara yang juga bekerja di bidang yang berkaitan. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan karir dari anggota keluarga memiliki pengaruh yang signifikan.

Sedangkan alasan utama mengapa anak perempuan di Asia Pasifik tidak mempertimbangkan untuk memilih program studi yang berkaitan dengan sainstek adalah karena mata pelajaran tersebut dianggap sulit (40 persen) dan kurangnya minat dalam mata (32 persen).  Dari beberapa negara yang terlibat dalam survei ini, Australia memiliki persentase terendah pada anak perempuan usia 15-19 tahun yang mempelajari sainstek, yakni hanya 33 persen. Sementara China (76 persen) dan India (69 persen) merupakan negara-negara yang memiliki persentase terbesar dalam mengambil pelajaran sainstek.

Survei bertajuk “Girls in Tech” yang dilakukan oleh Master Card melibatkan 1.560 anak perempuan berusia 12-19 tahun di enam negara Asia Pasifik yakni Australia, China, India, Indonesia, Malaysia dan Singapura melalui metode wawancara pada Desember 2015.

Survei dilakukan untuk mencari tahu mengapa perempuan lebih sedikit terlibat dalam bidang sainstek ketimbang laki-laki.

(Ant/Dede)

Related Posts