Indonesia: Strategi Nasional Anti-Narkotika Disesuaikan Kondisi Negara

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Indonesia pada Sesi Khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan bahwa strategi nasional antinarkotika harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara, demikian keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sabtu.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Dubes RI untuk Austria, Slovenia, dan Badan-Badan PBB di Wina, Rachmat Budiman, pada Sesi Khusus Majelis Umum PBB mengenai Permasalahan Narkotika dan Obat-obatan Dunia, di New York, Amerika Serikat.

“Setiap negara mempunyai keunikan masing-masing. Strategi yang berhasil di satu negara belum tentu akan berhasil di negara lain. Begitu pula sebaliknya, kegagalan di satu negara tidak berarti kegagalan semua negara,” ujar dia.

Sesi Khusus Majelis Umum PBB mengenai Permasalahan Narkotika dan Obat-obatan Dunia merupakan salah satu forum utama PBB dalam isu-isu narkotika dan obat-obatan.

Sesi itu digunakan oleh delegasi Indonesia untuk memaparkan kebijakan dan capaian nasional dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan.

“Strategi Indonesia dalam penanganan narkotika bersifat menyeluruh, dengan mengedepankan aspek-aspek pencegahan dan pengurangan permintaan (demand reduction),” kata Dubes Rachmat.

“Dalam kaitan ini, Indonesia terus memperkuat program rehabilitasi bagi pecandu narkotika. Indonesia juga mendorong keluarga dan masyarakat untuk aktif dalam program rehabilitasi,” lanjut dia.

Pernyataan tersebut dia sampaikan di hadapan delegasi dari 193 negara anggota PBB yang hadir dalam sesi khusus Majelis Umum PBB itu.

Dubes Rachmat juga menyampaikan bahwa penanganan terhadap peredaran narkoba secara ilegal menjadi prioritas Pemerintah Indonesia.

“Indonesia menerapkan hukum yang tegas terhadap penyelundup dan pengedar narkoba karena perbuatan mereka mengancam bangsa Indonesia, terutama generasi muda. Penerapan hukum itu tentu memperhatikan prinsip hak asasi manusia,” kata dia.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Dubes Dian Triansyah Djani menilai bahwa Indonesia perlu terus memperkuat kerja sama internasional untuk mencegah penyelundupan narkoba dan saling berbagi pengalaman dalam penanganan pecandu narkoba.

“Penyalahgunaan narkotika adalah masalah global. Melalui kerja sama pada berbagai tingkat, regional dan internasional, saya harap kapasitas nasional dalam menangani permasalahan narkotika dan obat-obatan akan semakin baik. Hal ini sangat penting bagi masa depan generasi muda bangsa,” ujar Dubes Djani. (Antara/Yuniar)

Related Posts