Keluarga Berharap Keadilan Untuk Winja

TKW Sambas Tewas di Bintulu Sarawak Malaysia

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kabar meninggalnya Uray Winja Marlinda (25), TKW asal Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas yang meninggal saat sedang bekerja di perusahaan plywood di Bintulu Sarawak Malaysia, membawa duka bagi keluarga yang berada di kampung halaman.

“Kabar tersebut tentu saja membuat keluarga terkejut,” tutur Uray Suryadi, abang kandung Winja, ditemui wartawan, Minggu (24/4).

Namun ia mengatakan soal hidup dan mati sudah merupakan kehendak dari Allah SWT. Sehingga keluarga besar yang ditinggalkan mengiklaskan kepergian korban.

“Kita iklas dengan cobaan seperti ini, karena sudah meninggal tentu harus disempurnakan. Selain berharap jenazah dapat dipulangkan ke tanah air, keluarga juga berharap keadilan terhadap adik kami,” katanya.

Ia tidak mengetahui secara pasti kejadian tertabraknya Winja oleh forklift, namun jika akibat kelalaian oleh operator forklif tersebut menjadi penyebab meninggalnya Winja, Suryadi berharap, operator yang lalai tersebut dapat bertanggungjawab.

“Karena kejadianya di Malaysia sulit bagi keluarga untuk menemui operator tersebut. Namun jika sama-sama di Indonesia, mungkin sudah kita datangi untuk menanyakan hal yang sebenarnya,” tuturnya.

Ditambahkan Suryadi, pihak keluarga tidak mungkin mendatangi tempat kejadian dikarenakan jarak dan peraturan yang berbeda.

“Mau masuk ke Malaysia pasti harus menggunakan paspor, keluarga berharap ya itu tadi dapat diberikan sanksi sesuai dengan peraturan di Malaysia,” pinta Uray Suryadi. (Gindra/Yuniar)

Berita terkait :
Jenazah Winja Tiba di Sambas
Terkait Kematian Uray Winja, KJRI Kuching Kirim Fax Keterangan ke Pemkab Sambas
Pihak Keluarga Minta Foto Uray Winja di Medsos Dihapus
Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah TKW yang Meninggal di Bintulu

Related Posts