Grogi, Penyebab Kegagalan Pemohon SIM

Ujian Praktek SIM C

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalulintas, Satlantas Polres Singkawang, Ipda Jamian menuturkan, rata-rata penyebab kegagalan pemohon SIM adalah grogi saat tes praktik. Serta ada rasa tegang ketika melalui lintasan uji praktek di halaman Kantor Satlantas.

“Kalau untuk ujian teori, sekitar 60 persen bisa lulus, namun saat masuk uji praktek hanya sekitar setengahnya yang berhasil ,” kata Jamian, Selasa (26/4).

Dalam sehari, kata Jamian, rata-rata terdapat 20-an pemohon SIM yang didominasi usia pelajar yang telah cukup umur, untuk melakukan pemohonan SIM.

“Satu jam sebelum tes, kami persilakan dicoba dulu, kadang ada juga warga yang datang diluar jam dinas untuk mencoba lintasan uji praktik,” kata Jamian.

Menurut Jamian, untuk mendapatkan SIM, pemohon tidak harus takut kepada anggota kepolisian, sehingga kadang enggan melakukan permohonan SIM.

“Tidak memiliki SIM justru melanggar peraturan lalu lintas saat berkendara,” tutur Jamian.

Adapun persyaratan permohonan SIM baru, lanjut Jamian antara lain fotokopi KTP, surat keterangan dokter , mengisi formulir dan membayar PNPB sesuai PP 50 tahun 2010, yakni SIM C baru Rp100 ribu, sementara SIM A, B1, B2 dan Umum sebesar Rp120 ribu.

“Kalau perpanjangan SIM C Rp75 ribu, SIM A, B, B1 umum Rp80 ribu. Selain itu, kita juga melayani pembuatan SIM D khusus warga penyandang disabilitas,” tuturnya.

Jamian berpesan, baik pemohon maupun warga yang telah mengantongi SIM untuk mematuhi peraturan yang berlaku, seperti mengantongi surat-surat berkendara hingga kelengkapan sepedamotor dan keselamatan diri seperti helm.

“Kuncinya saat tes itu tenang, dan ketahui memang peraturan-peraturan lalu lintas serta hal-hal saling menghargai di jalan,” pungkasnya. (Mizar/Yuniar).

 

Related Posts