Sat Pol PP Tutup Paksa 9 Warnet

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak menutup paksa sebanyak sembilan Warung Internet (warnet) yang  beroperasi melewati pada jam operasional yang telah diatur oleh pemerintah, pada Kamis (28/4) dinihari.

Seperti yang dilakukan terhadap warnet yang berada di Saigon, Pontianak Timur, petugas langsung mendatangi pemilik warnet meminta menutup dan membubarkan pengunjung, tak hanya penutupan petugas juga menyita kartu tanda penduduk pengelola untuk didata dan diminta menunjukan surat izin gangguan.

Setelah di Saigon, razia dilanjutkan di warnet di jalan Purnama Pontianak Selatan, petugas mendapati warnet masih juga beroperasi dan mendapati remaja  yang sedang membuka situs porno.

Petugas pun langsung meminta kepada pengelola warnet untuk segera tutup, tak hanya itu, petugas juga meminta dan memeriksa surat izin pengelola warnet untuk disita.

Sempat terjadi adu mulut petugas dan pemilik warnet, dikarenakan pihak pemilik menolak  menyerahkan surat izinnya untuk disita petugas.

Petugas pun akhirnya mengalah, hanya meminta pemilik untuk menutup warnetnya saja dan datang ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Syarifah Adriana Farida, mengatakan, razia ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang sangat resah terkait jam belajar anak yang masih bermain di warnet hingga larut malam.

“Kami menutup paksa sebanyak sembilan warnet di jalan Saigon dan jalan Purnama. Para pemilik warnet  akan diberikan sanksi tindak pidana ringan,” kata Syarifah Adriana Farida.

Tindakan penutupan paksa ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah  nomor 03 tahun 2004, pasal 2, tentang penindakan dan penertiban.

“Izin  operasi yang ditentukan oleh pemerintah dari pukul sembilan pagi hingga pukul sepuluh malam, namun faktanya di lapangan, pengelola masih beroperasi hingga 24 jam dan tanpa membatasi usia para pengunjung,” ujar Syarifah Adriana Farida.

(Robby/Mohammad)

Related Posts