Guru di Pontianak, Tipu 147 Calon Jemaah Haji

Guru di Pontianak, Tipu 147 Calon Jemaah Haji

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Jajaran Kepolisian Resort Kota Pontianak berhasil menangkap pelaku tindak pidana penipuan penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang telah dilaporkan para korbannya pada tanggal 8 April 2016.

“Kita telah mendapatkan laporan dari salah satu korban Muhamad Iskandaria (45), Jalan Pramuka, Desa Sei Rengas, Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya,” ungkap Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, saat melakukan gelar perkara di Mapolresta Pontianak Kota, Jumat  (29/4).

Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, dari laporan warga ini, personil Polresta Pontianak Kota kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka Herman Alias Uwak (41) tahun, warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Matraman, Jakarta Timur.

“Di Kalbar, Herman berdomisili di Jalan Pramuka, Kompleks Nadiska Permai 2, Desa Sungai Rengas, Kecamayan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Dan praktek penipuan yang dia lakukan sejak bulan Nopember 2014 hingga Januarl 2016 dl wilayah hukum kota Pontianak ,” paparnya Kombes Pol Tubagus.

Terbongkarnya kasus penipuan ini, kata Tubagus, berawal dari peIaku yang menjabat sebagai Direktur CV Global Indah Perdana yang berkantor di Jalan Apel, Kecamatan Pontianak Barat. Dimana CV tersebut bergerak dalam bldang penyelenggaraan Haji dan Umrah  yang bertindak sebagai Perwakilan Resmi  PT.  Anninareka Perdana.

Namun sejak bulan Agustus 2014, pelaku sudah tidak lagi ditunjuk sebagal perwakilan resml PT Armlnareka Perdana. Walau demikian pelaku masih bergerak dan menerima setoran dari calon jamaah haji dan umrah yang direkrut oleh korban Muhammad Iskandarla atau Rini Ja’far, hingga terkumpulah sebanyak kurang Iebih 191 jamaah.

“Awalnya yang diberangkatkan pelaku hanya sekitar 44 orang, sedangkan 147 orang tidak diberangkatkan. Padahal uang para calon jemaah yang sudah ada justru dipergunakan pelaku untuk keperluan dalam mengembangkan usaha lain diluar jasa perjalanan haji dan umrah,” ujarnya.

Pelaku ujar Tubagus, menerima uang jamaah yang diterima dari Iskandaria atau Rini Ja’far sebesar kurang lebih Rp3.229.700.000.

“Dari anak buahnya, uang setoran calon jemaah memang sudah disetorkan ke pelaku Herman. Hanya oleh pelaku, digunakan untuk keperluan pribadi sehingga tidak bisa memberangkatkan sisa para calon jemaah yang masih ada,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita antara lain, satu bundel slip setoran, sejumlah kwitansl pembayaran, daftar nama calon jamaah yang belum diberangkatkan dan brosur umrah yang dibuat oleh PT. Global Indah Perdana

Pelaku berhasil ditangkap saat berada di Kota Waringin Barat, Provinsi Kalteng, pada Selasa (26/4) oleh Unit Reskrlm Polresta Pontianak yang berkoardinasi dengan anggota Reskrim Polres Kota Waringin Barat, Kalteng, yang sudah mengamankan pelaku terlebih dahulu. Kemudian pelaku dibawa ke Polresta Pontianak dan tiba pada Kamis (28/4).

“Bila terbukti bersalah pelaku akan dikenakan pasal 63 dan pasal 64 UU RI No. 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan lbadah haji dan umrah,  serta pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP. Dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.  (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts