Menteri Yasonna : Perguruan Tinggi Penghasil Kekayaan Intelektual

Medan, thetanjungpuratimes.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi sebagai laboratorium penghasil kekayaan, serta teknologi baru dengan berbasis Kekayaan Intelektual.

“Kekayaan Intelektual (KI) tersebut, sesuai dengan perubahan kecenderungan global dengan melakukan langkah-langkah antisipatif yang cerdas,” ujarnya di kampus Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sabtu (30/4).

Hal tersebut dikatakannya sebagai pembicara utama Workshop “Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi Oleh Perguruan Tinggi Dalam Rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.

Yasonna menjelaskan, negara ini juga menggantungkan pendapatan pada KI yang bersifat “renewable” dan “sustainable”.

“Bahkan, ketergantungan kita pada minyak dan gas (migas) sudah beralih pada modal intelektual melalui potensi KI yang dimiliki bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ia menyebutkan Kekayaan Intelektual terbagi dua, yakni KI Personal dan KI Komunal. KI Personal adalah Hak Cipta dan Hak Terkait atau Hak Milik Industri yang terdiri dari Paten, Merek, serta Desain Industri.

Sedangkan KI Komunal adalah Sumber Daya Genetik, Ekspresi Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional dan Indikasi Geografis.

Tantangan dan peluang MEA bagi Indonesia, yakni di bidang Paten, masih besarnya dominasi asing di Indonesia terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam perdagangan nasional.

Untuk itu, menurut dia, masih perlu dorongan yang besar terhadap para investor dalam negeri mendaftarkan hasil investasinya agar dapat dilindungi Paten baik di dalam maupun di luar negeri.

Kekayaan Intelektual Komunal perlu didukung oleh kemampuan intelektual yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi, salah satunya potensi untuk produk-produk Indikasi Geografis.

“Hal ini dapat digabungkan dengan potensi wisata yang ada, salah satunya adalah objek wisata Danau Toba yang terdapat di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara,” kata Menkum dan HAM.

(Ant/Dede)

Related Posts