Museum Olahraga Nasional Terus Berbenah

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Museum Olahraga Nasional yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berbenah agar bisa menjalankan fungsi sebagai wadah untuk menyimpan, merawat, melestarikan dan memamerkan prestasi anak bangsa dibidang olahraga.

“Memang keberadaan museum olahraga selama ini kurang dikenal masyarakat, untuk itu kita terus berbenah dengan melakukan berbagai inovasi agar masyarakat tertarik untuk berkunjung,” kata Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago di Jakarta, Sabtu.

Museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1989 itu, berada di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur dan berdiri atas lahan seluas 1,5 ha dengan luas bangunan 3.000 m2.

Menurut Herman, tidak mudah untuk menciptakan kecintaan terhadap barang-barang yang memiliki nilai sejarah, apalagi kalau benda tersebut sebagai barang rongsokan belaka.

“Tapi ketika singgah di museum, maka akan timbul pendapat berbeda bahwa barang yang dianggap rongsokan itu ternyata bernilai tinggi karena milik mereka yang berprestasi pada masa lalu,” katanya.

Inovasi yang dilakukan oleh pihak museum, menurut Herman, tidak hanya sekedar menambah koleksi gambar maupun peralatan olahraga yang bernilai sejarah, tapi juga disertai video variasi sejarah olahraga, sejarah aktivitas masa lalu serta prestasi yang pernah diraih.

“Nantinya, kita berharap museum olahraga ini juga bisa dijadikan sebagai sumber referensi bagi pelajar, mahasiswa maupun kelompok akademis yang melakukan penelitian,” katanya menambahkan.

Untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat luas, museum olahraga juga menggelar kegiatan di luar ruang di sekitar bangunan yang menghadap Keong Mas itu.

Salah satu kegiatan tersebut adalah Lomba Edukasi Tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD se-Jabodetabek yang diikuti lebih dari 1.200 anak dari 60 sekolah, Minggu.

Kegiatan hasil kerja sama dengan Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT TMII ke-41.

Lomba yang digelar adalah permainan balap tempurung kelapa, pindah bendera, mewarnai layang-layang dan melukis dengan jari.

Dengan didampingi orang tua, Herman berharap agar anak-anak tersebut sejak dini sudah diperkenalkan dengan museum olahraga dan bisa meningkatkan kecintaan mereka terhadap olahraga. (Antara/Yuniar)

Related Posts